Hantavirus Andes Belum Terdeteksi di Indonesia, Waspada Masuk Negara

Ani R. · 1 min baca · 26 hari lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Hantavirus Andes Belum Terdeteksi di Indonesia, Waspada Masuk Negara

Gambar atau konten salah?

Prof Dr dr Dominiscus Husada, pakar infeksi penyakit tropik di Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa Indonesia belum pernah melaporkan Hantavirus jenis virus Andes yang sedang mewabah di kapal pesiar mewah MV Hondius. Ia berkata, “Setahu saya sampai saat ini tidak ada virus Andes. Ini hanya menyebar di Amerika selatan, Argentina dan Chili,” di konferensi pers Jumat, 08 Mei 2026.

Untuk mencegah masuknya virus Andes hantavirus, Prof Husada menekankan perlunya skrining di pintu masuk negara, termasuk pelabuhan dan bandara. Fokus utamanya adalah bagi orang yang pernah bepergian ke daerah wabah. Ia menambahkan, “Pemeriksaan atau skrining awal juga disebutnya tidak bisa sekadar memantau gejala. Mereka harus dites di laboratorium untuk diagnosa awal,” sehingga diagnosis dapat dilakukan lebih cepat.

Meski situasi menegangkan, Prof Husada mengimbau masyarakat agar tidak panik. Ia menegaskan bahwa dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), risiko penularan Hantavirus dapat diminimalkan. Ia mengutip contoh Singapura, “Kita lihat Singapura, benar-benar sesuai protokol, dua penumpang MV Hondius tersebut diisolasi dengan melakukan tes beberapa kali, sampai dinyatakan negatif, baru dia bisa bebas.”

Prof Husada juga menegaskan bahwa penyebaran Hantavirus di Indonesia tidak semudah COVID‑19. Ia menjelaskan bahwa penularan tidak terjadi dalam waktu singkat dan biasanya memerlukan kontak erat langsung dengan hewan pengerat. Dengan demikian, langkah-langkah pencegahan yang ketat dan kesadaran masyarakat menjadi kunci utama.

Kesimpulannya, meski Hantavirus Andes belum pernah terdeteksi di Indonesia, kewaspadaan tetap diperlukan. Skrining di titik masuk, tes laboratorium, dan penerapan PHBS menjadi strategi penting untuk mencegah potensi penyebaran virus ini.

Hantavirus AndesMV HondiusSkriningLaboratoriumPHBSPelabuhanBandara

Komentar

Memuat komentar...