Hardiknas 2026: Mengangkat Semangat Tut Wuri Handayani

Endah K. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Hardiknas 2026: Mengangkat Semangat Tut Wuri Handayani

Gambar atau konten salah?

Setiap tanggal 02 Mei, Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Pada tahun 2026, peringatan ini kembali ramai di media sosial dengan gema semboyan Tut Wuri Handayani yang dikutip dari ajaran Ki Hadjar Dewantara. Hardiknas ditetapkan melalui Keppres Nomor 316 Tahun 1959, bertepatan dengan hari lahir Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Peringatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan arah pendidikan Indonesia—tidak hanya soal akses dan pemerataan, tetapi juga pembentukan karakter dan budaya belajar.

Semboyan lengkap yang dicetuskan Ki Hadjar Dewantara terdiri dari tiga bagian: Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani. Secara sederhana, Tut Wuri Handayani bermakna bahwa seorang pendidik—baik guru, orang tua, maupun pemimpin—memberi kepercayaan kepada anak didik untuk berkembang, sambil tetap mendampingi dan memberi motivasi dari belakang. Pendekatan ini menolak paksaan, dan menekankan pembimbingan yang menghargai potensi serta kodrat tiap individu.

Ki Hadjar Dewantara lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat pada 02 Mei 1889 di Yogyakarta. Ia berasal dari keluarga bangsawan, namun memilih jalan perjuangan untuk memperjuangkan akses pendidikan bagi seluruh rakyat. Ia pernah mengenyam pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) dan STOVIA, meski tidak menyelesaikannya. Ketimpangan sistem pendidikan kolonial mendorongnya aktif dalam gerakan nasional. Bersama Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo, ia mendirikan Ind

Hari Pendidikan NasionalHardiknasKi Hadjar DewantaraTut Wuri HandayaniPendidikan NasionalKeppres 316/1959Pendidikan karakterYogyakarta

Komentar

Memuat komentar...