Hardiknas 2026: Tema & Logo Baru, Fokus Pendidikan Bermutu

Rizki W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 91 dibaca
Bisik.id
Hardiknas 2026: Tema & Logo Baru, Fokus Pendidikan Bermutu

Gambar atau konten salah?

Hari Pendidikan Nasional, yang dikenal dengan singkatan Hardiknas, dirayakan setiap tahun pada 02 Mei. Perayaan ini menandai kelahiran salah satu tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara.

Berita terbaru datang dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Mereka telah meluncurkan tema dan logo Hardiknas 2026, yang tercantum dalam Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 8844/T/MDM.A5/HM.01.00/2026. Surat tersebut berisi Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026.

Menurut Kemendikdasmen, tema Hardiknas 2026 adalah "Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Tema ini mengajak semua elemen pendidikan di Indonesia untuk memperkuat komitmen terhadap peran penting pendidikan dalam membangun peradaban dan daya saing bangsa. Tema tersebut juga mengingatkan perjuangan Ki Hadjar Dewantara dan menumbuhkan rasa nasionalisme.

Logo Hardiknas 2026 dirancang untuk menggambarkan semangat Hari Pendidikan Nasional. Logo menampilkan siluet manusia berwarna biru, lengkungan elips, serta kombinasi warna biru dan jingga. Siluet biru melambangkan kesiapan berperan dan berkontribusi dalam mewujudkan visi pendidikan bermutu untuk semua. Lengkungan elips menandakan gerak maju, pelindungan, dan kesinambungan, sekaligus menandakan revitalisasi satuan pendidikan melalui perbaikan sarana prasarana, penguatan ekosistem sekolah, dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia. Warna biru dominan mencerminkan kepercayaan, kecerdasan, profesionalisme, dan masa depan cerah.

Logo Hardiknas dapat ditempatkan di sisi kanan atas atau berseberangan dengan logo Tut Wuri Handayani, baik dalam format portrait maupun landscape. Logo tersebut dapat diunduh melalui tautan berikut: s.id/Logo_Hardiknas_2026.

Sejarah Hardiknas bermula dari pendidikan formal yang pertama kali diajarkan di Indonesia ketika pemerintah Belanda menerapkan politik etis atau politik balas budi. Sekolah-sekolah dibuka bagi pribumi Hindia Belanda, namun aksesnya terbatas hanya bagi anak-anak kalangan atas.

Raden Mas Soewardi, seorang ningrat, menjadi salah satu tokoh yang menuntut akses pendidikan bagi semua kalangan. Ia menulis artikel tajam di koran lokal, salah satunya berjudul Als ik een Nederlander was atau Seandainya Aku Seorang Belanda. Tulisan tersebut membuatnya diasingkan ke Belanda bersama sahabatnya yang disebut sebagai tiga serangkai.

Pengalaman di Belanda memberi Soewardi banyak masukan tentang pendidikan, yang kemudian ia bawa pulang ke Hindia Belanda. Pada 1922, ia mendirikan Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta. Lembaga ini terbuka bagi berbagai kalangan masyarakat. Meskipun sering diintimidasi oleh Belanda, Taman Siswa tetap teguh.

Ketika berusia 40 tahun, Soewardi mengganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara agar tidak ada sekat sosial dalam pengajarannya. Pada 1945, Republik Indonesia menunjuk Ki Hadjar Dewantara sebagai Menteri Pendidikan yang pertama. Ia menjabat dari 02 September hingga 14 November 1945.

Pandangannya tentang pendidikan dan kebudayaan menjadi filosofi dasar pendidikan nasional. Ki Hadjar Dewantara wafat pada 1959 di usia 70 tahun. Hari kelahirannya pada 02 Mei kemudian ditetapkan menjadi Hari Pendidikan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 305 Tahun 1959.

Hardiknas 2026 membawa pesan bahwa pendidikan tetap menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa. Tema dan logo yang baru menegaskan komitmen bersama untuk memastikan pendidikan bermutu dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat, mengingat sejarah perjuangan pendidikan di Indonesia yang panjang dan berliku.

Hardiknas 2026Ki Hadjar DewantaraKemendikdasmenPendidikan bermutuTaman SiswaLogo biru jingga

Komentar

Memuat komentar...