Harga BBM Gila‑Gila, Pemilik Diesel Pindah ke Mobil Listrik
Gambar atau konten salah?
Kenaikan harga BBM solar yang gila-gilaan membuat pemilik mobil diesel di Indonesia pelan‑pelan mulai pindah ke kendaraan listrik.
Perpindahan tersebut bakal makin masif seandainya harga bahan bakar tak kunjung mengalami penurunan.
CEO Xpeng Indonesia, Iki Wibowo membenarkan, tak sedikit konsumen mobil listriknya yang merupakan pindahan dari mobil diesel. Sayangnya, dia tak punya data pasti soal berapa jumlahnya.
“Ada (konsumen pindahan dari mobil diesel), ada yang komentar seperti itu (pindah dari mobil diesel ke listrik). Tapi saya nggak pegang data faktanya,” ujar Iki Wibowo saat ditemui di Bogor, Jawa Barat.
Iki tak heran seandainya ada fenomena pengguna mobil diesel hijrah ke mobil listrik. Sebab, jika dibandingkan, biaya operasional keduanya benar-benar sangat berbeda. Lantas, pada akhirnya, konsumen akan melakukan perbandingan.
“Intinya, saya rasa, sentimennya ada yang pindah dari diesel ke listrik. Memang kan mobil diesel sekarang kalau isi bensin berasa banget ya,” kata dia.
Sebagai catatan, semenjak perang di Timur Tengah pecah, harga minyak dunia langsung meroket. Bahkan, di Indonesia, bahan bakar solar nonsubsidi mengalami kenaikan gila‑gila hingga tembus “kepala tiga”.
Kini, Pertamina membanderol Dexlite seharga Rp 26.000/liter dan Pertamina Dex Rp 27.900/liter. Sementara untuk SPBU‑SPBU swasta, harganya terdengar lebih tak masuk akal.
BP membanderol Ultimate Diesel seharga Rp 29.890/liter, kemudian ada Shell yang menjual V‑Power Diesel senilai Rp 30.890/liter dan VIVO yang melego Primus Plus seharga Rp 30.890/liter.
Di lain sisi, biaya pengisian daya baterai di SPKLU jauh lebih murah dan stabil dibandingkan harga BBM. Bahkan, untuk pengisian normal atau non fast charging, ongkosnya hanya Rp 2.466/kwh. Sehingga untuk menempuh perjalanan 400 km hanya perlu dana kira‑kira Rp 150‑170 ribuan.
Dengan asumsi yang sama, mobil diesel seperti Kijang Innova Reborn yang punya konsumsi BBM 11‑14 liter/km memerlukan solar 30 liter untuk menempuh jarak 400 km. Sehingga dana yang dikeluarkan kurang lebih Rp 900 ribuan. (sfn/dry)
Perubahan ini menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan bakar memaksa konsumen mencari alternatif yang lebih ekonomis. Dengan perbandingan biaya yang jelas, banyak pemilik mobil mulai memikirkan investasi ke kendaraan listrik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
