Harga BBM Non-Subsidi Naik Rp 10.000 per Liter 18 Apr

Dewi M. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 71 dibaca
Bisik.id
Harga BBM Non-Subsidi Naik Rp 10.000 per Liter 18 Apr

Gambar atau konten salah?

Harga BBM non‑subsidi resmi naik mulai 18 April 2026 di seluruh Indonesia. Kenaikan ini memengaruhi tiga jenis bahan bakar utama: Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Pertamax Turbo, yang sebelumnya dijual antara Rp 13.350Rp 13.650 per liter, kini berada di kisaran Rp 19.400Rp 20.250 per liter. Kenaikan ini mencapai Rp 6.050Rp 6.600 per liter.

Dexlite mengalami lonjakan lebih besar. Dari Rp 14.500Rp 14.800 per liter, harganya melonjak menjadi Rp 23.600Rp 24.650 per liter, setara kenaikan Rp 9.100Rp 9.850 per liter.

Pertamina Dex mencatat kenaikan tertinggi. Sebelumnya berada di Rp 14.500Rp 15.100 per liter, kini harganya Rp 23.900Rp 24.950 per liter, naik Rp 9.400Rp 10.450 per liter.

Berikut daftar harga terbaru BBM Pertamina lengkap se‑Indonesia yang berlaku per 18 April 2026:

Wilayah  Pertamax  PertamaxGreen  PertamaxTurbo  Dexlite  Pertamina Dex  Pertalite  Bio Solar  Subsidi

Aceh  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Sabang  11.550–22.150  10.000  6.800

Sumatera Utara  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Sumatera Barat  12.900–20.250  24.650  24.950  10.000  6.800

Riau  12.900–20.250  24.650  24.950  10.000  6.800

Kepulauan Riau  12.900–20.250  24.650  24.950  10.000  6.800

FTZ Batam  11.750–18.450  22.450  22.700  10.000  6.800

Jambi  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Bengkulu  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Sumatera Selatan  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Bangka Belitung  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Lampung  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

DKI Jakarta  12.300  12.900  19.400  23.600  23.900  10.000  6.800

Banten  12.300  12.900  19.400  23.600  23.900  10.000  6.800

Jawa Barat  12.300  12.900  19.400  23.600  23.900  10.000  6.800

Jawa Tengah  12.300  12.900  19.400  23.600  23.900  10.000  6.800

Yogyakarta  12.300  12.900  19.400  23.600  23.900  10.000  6.800

Jawa Timur  12.300  12.900  19.400  23.600  23.900  10.000  6.800

Bali  12.300  19.400  23.600  23.900  10.000  6.800

NTB  12.300  19.400  23.600  23.900  10.000  6.800

NTT  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Kalimantan Selatan  12.900–20.250  24.650  24.950  10.000  6.800

Kalimantan Timur  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Kalimantan Utara  12.900–20.250  24.650  24.950  10.000  6.800

Kalimantan Barat  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Kalimantan Tengah  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Sulawesi Utara  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Gorontalo  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Sulawesi Tengah  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Sulawesi Tenggara  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Sulawesi Selatan  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Sulawesi Barat  12.600–19.850  24.150  24.450  10.000  6.800

Maluku  12.600  24.150  10.000  6.800

Maluku Utara  12.600  24.150  10.000  6.800

Papua  12.600–19.850  24.150  10.000  6.800

Papua Barat  12.600  24.150  24.450  10.000  6.800

Papua Selatan  12.600  Dexlite  24.150  10.000  6.800

Papua Pegunungan  12.600  24.150  10.000  6.800

Papua Tengah  12.600  24.150  10.000  6.800

Papua Barat Daya  12.600  24.150  24.450  10.000  6.800

Menurut Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dwi Anggia, “Kita memahami bahwa penyesuaian harga BBM non‑subsidi merupakan bagian dari mekanisme yang mengikuti dinamika harga minyak dunia dan nilai tukar, sehingga ini merupakan respons terhadap kondisi pasar global,” ujar Dwi Anggia, Sabtu (18/4).

Dia menambahkan, “Tapi hal penting yang perlu kami tekankan adalah Pemerintah memastikan harga BBM subsidi, baik itu Pertalite dan Solar Subsidi, tidak naik.”

Selanjutnya, ia menegaskan, “Namun demikian sekali lagi, kita pasti bisa melewati kondisi ini dengan kerja sama dan dukungan dari masyarakat. InsyaAllah kita bisa survive.”

Garis besar kebijakan pemerintah menegaskan stabilitas harga Pertalite dan Solar Subsidi hingga akhir tahun ini, dengan tujuan menjaga daya beli dan melindungi kelompok rentan. Sementara itu, kenaikan harga BBM non‑subsidi mencerminkan respons terhadap fluktuasi pasar global dan nilai tukar.

BBM non‑subsidiPertamax TurboDexlitePertamina Dexharga naikIndonesiaPasar global

Komentar

Memuat komentar...