Harga BBM Subsidi Tetap Flat di Indonesia 1 April 2026

Rudi H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Harga BBM Subsidi Tetap Flat di Indonesia 1 April 2026

Gambar atau konten salah?

Perubahan harga bahan bakar di Indonesia tidak terjadi pada awal April 2026. Pemerintah, melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap flat dan tidak akan naik maupun turun pada tanggal 1 April 2026. Pemerintah atas arahan presiden dan hasil rapat, penyesuaian harga untuk BBM subsidi tidak ada penyesuaian naik ataupun turun artinya flat, masih makai harga sekarang, jelas Bahlil dalam konferensi pers tentang kebijakan pemerintah dalam mitigasi risiko dan antisipasi dinamika global yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden.

Di tengah kabar kenaikan harga BBM di beberapa negara tetangga, Indonesia memilih menjaga stabilitas. Yang nonsubsidi sampai dengan hari ini (31 Maret 2026) kami dengan tim Pertamina, maupun dengan SPBU-SPBU swasta lain, sedang melakukan pembahasan sampai waktu selesai. Nah waktunya kapan, tunggu dulu. Jadi artinya apa, belum ada penyesuaian harga, masih tetap sama, tegas Bahlil.

Harga di SPBU Pertamina tetap sama seperti pada bulan Maret 2026. Pertalite masih dijual Rp 10.000 per liter, Pertamax Rp 12.300, Pertamax Green 95 juta Rp 12.900, dan Pertamax Turbo Rp 13.100. Untuk diesel, solar subsidi Rp 6.800, Dexlite Rp 14.200, dan Pertamina Dex Rp 14.500. Semua harga ini tidak berubah sejak akhir Maret.

Harga BBM di negara tetangga bervariasi secara signifikan. Di Malaysia, pemerintah baru saja mengumumkan harga untuk periode 2 April sampai 8 April 2026. Bensin RON 97 ditetapkan 4,95 ringgit (Rp 20.850) per liter, turun dari pekan lalu 5,15 ringgit (Rp 21.692). Bensin RON 95 non‑subsidi tetap 3,87 ringgit (Rp 16.300), sedangkan RON 95 subsidi di bawah program Budi95 1,99 ringgit (Rp 8.382). Solar di Malaysia Barat naik menjadi 6,02 ringgit (Rp 25.357), sementara di Sabah, Sarawak, dan Labuan tetap 2,15 ringgit (Rp 9.056).

Thailand mencatat rekor harga BBM tertinggi. Pada 2 April 2026, bensin mencapai Rp 27.000 per liter, diesel tembus Rp 31.131. Di SPBU PTT, Gasohol E85 34,99 baht (Rp 18.173), Gasohol E20 38,25 baht (Rp 19.866), Gasohol 91 42,88 baht (Rp 22.271), Petrol 51,84 baht (Rp 26.924), Gasohol 95 Super Power 53,04 baht (Rp 27.547). Diesel 44,24 baht (Rp 22.977), dan Super Power Diesel 59,94 baht (Rp 31.131).

Filipina juga menerapkan harga tinggi. Bensin RON 91 berkisar 81,65–104,1 peso (Rp 22.968–29.283), RON 95 82,55–111,8 peso (Rp 23.221–31.449), RON 97 84,55–114 peso (Rp 23.783–32.068). Diesel 109,5–114,8 peso (Rp 30.802–32.293).

Vietnam mengurangi pajak bahan bakar, namun harga masih sedikit lebih tinggi. Bensin E5 RON 92 23.320 VND (Rp 14.984), RON 95 24.330 VND (Rp 15.633), dan RON 98 35.440 VND (Rp 22.772) per liter.

Singapura menampilkan harga tertinggi di kawasan. BBM reguler 92 3,43 dolar Singapura (Rp 45.266), RON 95 3,47 dolar (Rp 45.794), RON 98 4,16 dolar (Rp 54.900), diesel 4,23 dolar (Rp 55.823) per liter.

Perubahan harga BBM di Indonesia dipengaruhi oleh dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia naik. Namun, kebijakan pemerintah menahan kenaikan di dalam negeri. Harga BBM di SPBU Pertamina tetap stabil, sementara harga di SPBU swasta belum resmi diumumkan, namun diperkirakan mengikuti pola yang sama.

Perbandingan harga menunjukkan variasi yang luas. Di Malaysia, harga bensin RON 97 Rp 20.850, sedangkan di Thailand bensin Rp 27.000. Filipina menempati posisi tengah dengan kisaran Rp 23.000–32.000. Vietnam dan Singapura berada di kisaran Rp 15.000–56.000. Indonesia, dengan harga Pertalite Rp 10.000 dan diesel Rp 6.800, berada di sisi terendah.

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi pada 1 April 2026 menegaskan komitmen terhadap stabilitas harga domestik. Meskipun harga minyak dunia terus melonjak, kebijakan ini diharapkan membantu meringankan beban konsumen. Sementara itu, negara tetangga tetap menyesuaikan harga sesuai kondisi pasar masing-masing.

Dalam konteks ini, perbandingan harga menyoroti perbedaan kebijakan fiskal dan subsidi di setiap negara. Indonesia memilih untuk menjaga harga tetap, sementara Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Singapura menyesuaikan harga sesuai kondisi ekonomi dan pasar global.

Dengan situasi harga yang beragam, konsumen di Indonesia dapat menikmati harga BBM yang lebih terjangkau dibandingkan tetangga. Namun, fluktuasi harga global tetap menjadi faktor yang memengaruhi kebijakan harga di masa depan.

harga BBM subsidi flatBahlil Lahadaliakebijakan pemerintahstabilitas hargaMalaysiaThailandkonflik Timur Tengah

Komentar

Memuat komentar...