Harga Daging Sapi Pasuruan Naik Rp140 Ribu, Pedagang Turun

Vera T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 55 dibaca
Bisik.id
Harga Daging Sapi Pasuruan Naik Rp140 Ribu, Pedagang Turun

Gambar atau konten salah?

Harga daging sapi di Kota Pasuruan melonjak sampai Rp 140 ribu per kilogram. Pedagang di pasar tradisional melaporkan omzet yang menurun drastis.

Asiqoh Sufi, salah satu penjual daging sapi di Jalan Kartini, Kelurahan Bangilan, Kecamatan Panggungrejo, mengaku penjualannya turun signifikan. “Biasanya bisa jual lebih dari satu ekor sapi per hari, sekarang hanya sekitar 1,5 kuintal atau setara satu ekor saja,” ujarnya pada Rabu, 08 April 2026.

Penurunan ini juga terlihat di pasar tradisional lain. Sebelumnya, pedagang mampu menjual hingga 50 kilogram per hari, kini hanya sekitar 30 kilogram. Hal ini menandakan penurunan volume penjualan yang cukup tajam.

Para pedagang menyebut kenaikan harga dipicu oleh harga sapi yang mahal dari pemasok luar daerah. Biaya produksi meningkat, sehingga harga jual di pasar langsung terpengaruh. “Kami berharap harga segera kembali normal agar daya beli masyarakat pulih dan aktivitas perdagangan kembali stabil,” jelas Asiqoh.

Mulyono, kepala bagian Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pasuruan, menambahkan bahwa kenaikan harga disebabkan tingginya harga bahan baku di tingkat pemasok. Ia mengatakan, “Data yang kami dapat bahan baku naik. Jadi kami terus melakukan pemantauan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.”

Para konsumen yang juga berprofesi sebagai pengusaha makanan harus beradaptasi agar tetap menguntungkan. Banyak yang mengurangi porsi atau menggabungkan daging sapi dengan ayam untuk menekan biaya produksi.

Purwati, pemilik jasa katering di Perumahan Bugul Permai, Kelurahan Bugul Kidul, mengungkapkan bahwa harga daging sapi kualitas super kini menembus Rp 140 ribu per kilogram. “Sudah naik sejak puasa, sekarang makin tinggi. Kalau yang kualitas super bisa sampai Rp 140 ribu per kilogram,” ujarnya. Sebelumnya Purwati membeli sekitar 5 kilogram daging sapi setiap hari. Kini ia memutar strategi, mengurangi porsi sajian berbahan daging sapi agar biaya tetap terkendali. “Sudah terlanjur terima pesanan dengan harga lama, jadi harus pintar mengatur. Kalau tidak, bisa tekor,” katanya.

Tekad, penjual bakso yang telah berjualan puluhan tahun, juga merasakan dampak kenaikan harga sejak Ramadan. Ia mengubah komposisi bahan baku bakso, mencampur daging ayam agar tetap dapat dijual. “Dulu bisa beli 3 sampai 5 kilo, sekarang paling 1,5 kilo. Itu pun dicampur ayam biar tetap bisa jualan,” ungkapnya.

Situasi ini menyoroti bagaimana kenaikan harga bahan baku dapat memengaruhi rantai pasok dan menekan profitabilitas pelaku usaha kecil. Masyarakat di Kota Pasuruan kini menunggu intervensi pemerintah agar harga kembali stabil, sehingga daya beli dan aktivitas perdagangan dapat pulih.

Harga daging sapiPasar tradisionalPasuruanKenaikan hargaBahan bakuPenurunan omzetDaya beli masyarakatIntervensi pemerintah

Komentar

Memuat komentar...