Harga Emas Antam 24K Melonjak, Rp 2,880,000 per Gram
Gambar atau konten salah?
Harga emas Antam 24 karat mengalami lonjakan tinggi setelah penurunan tajam semalam. Nilai per gram melonjak menjadi Rp 2.880.000, sedangkan harga per gram Rp 40.000 per gram sebelumnya sudah tidak berlaku lagi.
Menurut data dari situs Logam Mulia Antam, pada hari Selasa, 21 April 2026, satuan harga terkecil 0,5 gram berada di Rp 1.490.000. Harga 10 gram ditawarkan seharga Rp 28.295.000, dan ukuran terbesar, 1.000 gram (1 kg), dijual seharga Rp 2.820.600.000.
Jika dilihat dalam satu minggu terakhir, harga emas Antam berada di kisaran Rp 2.840.000 – Rp 2.893.000 per gram. Dalam satu bulan terakhir, rentang harga sedikit lebih lebar, antara Rp 2.807.000 – Rp 2.992.000 per gram.
Buyback, yaitu harga yang ditawarkan Antam bila Anda ingin menjual emas, juga naik sebesar Rp 50.000 per gram. Saat ini, harga buyback berada di level Rp 2.690.000 per gram. Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 akan dikenai Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai transaksi saat pelaksanaan buyback.
Berikut rincian harga emas Antam per gram, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram:
- 0,5 gram: Rp 1.490.000
- 1 gram: Rp 2.880.000
- 2 gram: Rp 5.700.000
- 3 gram: Rp 8.525.000
- 5 gram: Rp 14.175.000
- 10 gram: Rp 28.295.000
- 25 gram: Rp 70.612.000
- 50 gram: Rp 141.145.000
- 100 gram: Rp 282.212.000
- 250 gram: Rp 705.265.000
- 500 gram: Rp 1.410.320.000
- 1.000 gram: Rp 2.820.600.000
Dengan fluktuasi harga yang cukup signifikan, para pelaku pasar harus memperhatikan tren terbaru. Buyback yang lebih tinggi memberi peluang bagi penjual, namun pajak tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan jual.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
