Harga Emas Antam 24K Naik Rp 2.884.000/Gram Setelah Penurunan
Gambar atau konten salah?
Harga emas 24 karat Antam mengalami kenaikan signifikan pada hari ini setelah dua hari penurunan sebelumnya. Nilai gramnya naik Rp 16 000 menjadi Rp 2 884 000 per gram.
Menurut data dari situs Logam Mulia Antam, pada Sabtu, 18 April 2026, satuan harga terkecil, 0,5 gram, berada di Rp 1 492 000. Harga untuk ukuran 10 gram tercatat Rp 28 335 000, sedangkan ukuran terbesar, 1 000 gram (1 kg), dibanderol Rp 2 824 600 000.
Jika dilihat dalam satu minggu terakhir, harga emas Antam berada di rentang Rp 2 818 000–2 893 000 per gram. Sedangkan dalam satu bulan terakhir, rentang harga adalah Rp 2 807 000–2 996 000 per gram.
Buyback, atau pembelian kembali emas oleh Antam, juga menunjukkan kenaikan. Harga buyback naik Rp 22 000 per gram, sehingga sekarang berada di Rp 2 681 000 per gram. Buyback berarti ketika Anda ingin menjual emas, Antam akan membelinya dengan harga tersebut.
Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 000 000 dikenai Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 %. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai transaksi saat pelaksanaan buyback.
Berikut rincian harga emas Antam per gram untuk berbagai berat:
- 0,5 gram: Rp 1 492 000
- 1 gram: Rp 2 884 000
- 2 gram: Rp 5 708 000
- 3 gram: Rp 8 537 000
- 5 gram: Rp 14 195 000
- 10 gram: Rp 28 335 000
- 25 gram: Rp 70 712 000
- 50 gram: Rp 141 345 000
- 100 gram: Rp 282 612 000
- 250 gram: Rp 706 265 000
- 500 gram: Rp 1 412 320 000
- 1 000 gram: Rp 2 824 600 000
Data ini mencerminkan kondisi pasar emas Antam pada 18 April 2026, memberikan gambaran tentang fluktuasi harga dan kebijakan buyback yang memengaruhi para pelaku pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
