Harga Emas Antam 24K Turun Menjadi Rp 2,673.000 per Gram Sejak 19 Juni 2026
Gambar atau konten salah?
Harga emas Antam 24 karat kembali turun tajam pada 19 Juni 2026. Nilai jual satu gram menurun dari Rp 30 000 per gram menjadi Rp 2 673 000 per gram.
Menurut situs Logam Mulia Antam, satuan harga terkecil, 0,5 gram, berada di Rp 1 386 500 per gram. Harga 10 gram dijual Rp 26 225 000 dan ukuran terbesar, 1 000 gram (1 kg), dibanderol Rp 2 613 600 000.
Jika dilihat dalam seminggu terakhir, harga emas Antam menurun antara Rp 2 673 000 dan Rp 2 733 000 per gram. Dalam sebulan terakhir, rentang penurunan mencapai Rp 2 673 000 hingga Rp 2 819 000 per gram.
Harga buyback, yaitu harga yang dibayar Antam bila Anda ingin menjual emas, turun hingga Rp 67 000 per gram menjadi Rp 2 408 000 per gram. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10 000 000 dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 %. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai transaksi saat pelaksanaan buyback.
- 0,5 gram: Rp 1 386 500
- 1 gram: Rp 2 673 000
- 2 gram: Rp 5 286 000
- 3 gram: Rp 7 904 000
- 5 gram: Rp 13 140 000
- 10 gram: Rp 26 225 000
- 25 gram: Rp 65 437 000
- 50 gram: Rp 130 795 000
- 100 gram: Rp 261 512 000
- 250 gram: Rp 653 515 000
- 500 gram: Rp 1 306 820 000
- 1 000 gram: Rp 2 613 600 000
Dengan penurunan harga yang signifikan, nilai jual emas Antam menjadi lebih rendah, sementara harga buyback juga menurun. Pajak 1,5 % akan memotong transaksi di atas Rp 10 000 000, sehingga pemilik emas harus memperhitungkan potongan tersebut saat menjual kembali. Harga emas yang jatuh tajam menunjukkan volatilitas pasar, memberi peluang bagi pembeli dan penjual untuk menyesuaikan strategi investasi mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
