Harga Emas Antam Naik Rp 7.000 per Gram Setelah Turun Tajam
Gambar atau konten salah?
Pada 10 April 2026, harga emas Logam Mulia Antam 24 karat naik sedikit setelah sebelumnya turun tajam. Harga per gram naik Rp 7.000 menjadi Rp 2.857.000 per gram.
Menurut situs resmi Logam Mulia Antam, satuan terkecil 0,5 gram dijual seharga Rp 1.478.500. Harga 10 gram berada di Rp 28.065.000 dan ukuran terbesar, 1.000 gram (1 kg), dibanderol Rp 2.797.600.000.
Jika dilihat dalam satu minggu terakhir, harga emas berada di rentang Rp 2.831.000–2.900.000 per gram. Dalam satu bulan terakhir, kisaran harga Antam berkisar Rp 2.807.000–3.087.000 per gram.
Untuk buyback, harga emas naik Rp 14.000 per gram, sehingga Rp 2.619.000 per gram menjadi tarif jual kembali. Antam akan membeli emas Anda pada tarif tersebut.
Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024 mengatur bahwa setiap transaksi buyback di atas Rp 10.000.000 akan dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 %. Pajak ini dipotong langsung pada saat pelaksanaan buyback.
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.478.500
- Harga emas 1 gram: Rp 2.857.000
- Harga emas 2 gram: Rp 5.654.000
- Harga emas 3 gram: Rp 8.456.000
- Harga emas 5 gram: Rp 14.060.000
- Harga emas 10 gram: Rp 28.065.000
- Harga emas 25 gram: Rp 70.037.000
- Harga emas 50 gram: Rp 139.995.000
- Harga emas 100 gram: Rp 279.912.000
- Harga emas 250 gram: Rp 699.515.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.398.820.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.797.600.000
Harga emas Antam menunjukkan fluktuasi dalam sebulan terakhir, namun tetap berada dalam kisaran yang relatif stabil. Perubahan harga yang tipis menandakan pasar emas masih dalam fase penyesuaian setelah penurunan tajam sebelumnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
