Harga Emas Antam Turun, Buyback Lebih Rendah, PPh 1,5%
Gambar atau konten salah?
Pada Kamis, 23 April 2026, harga emas Antam kembali melemah setelah turun tajam kemarin, yakni Rp 50.000 per gram.
Harga emas 24 karat Antam turun Rp 25.000 per gram sehingga mencapai Rp 2.805.000 per gram. Satuan terkecil, 0,5 gram, dihargai Rp 1.452.500, sementara 10 gram dijual Rp 27.545.000. Unit terbesar, 1.000 gram (1 kg), dibanderol Rp 2.745.600.000.
Jika dilihat dalam satu minggu terakhir, harga emas Antam berada di rentang Rp 2.805.000–2.893.000 per gram. Dalam satu bulan terakhir, rentang tersebut sedikit lebih lebar, yakni Rp 2.805.000–2.992.000 per gram.
Buyback harga emas hari ini juga melemah, turun Rp 30.000 per gram, sehingga berada di level Rp 2.610.000 per gram. Buyback berarti Antam membeli emas Anda dengan harga tersebut.
Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 %. PPh Pasal 22 tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi pada saat pelaksanaan buyback.
Berikut rincian harga emas Antam per gram:
- 0,5 gram: Rp 1.452.500
- 1 gram: Rp 2.805.000
- 2 gram: Rp 5.550.000
- 3 gram: Rp 8.300.000
- 5 gram: Rp 13.800.000
- 10 gram: Rp 27.545.000
- 25 gram: Rp 68.737.000
- 50 gram: Rp 137.395.000
- 100 gram: Rp 274.712.000
- 250 gram: Rp 686.515.000
- 500 gram: Rp 1.372.820.000
- 1.000 gram: Rp 2.745.600.000
Harga emas Antam terus menurun, namun buyback tetap berada di bawah harga pasar, memberi opsi bagi penjual yang ingin menjual emas mereka tanpa menunggu pasar naik kembali. Harga dan kebijakan buyback ini mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli atau menjual emas di pasar saat ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
