Harga Emas Antam Turun Rp6.000, Pasar Antisipasi Kenaikan
Gambar atau konten salah?
Harga emas Antam turun sedikit dalam seminggu terakhir. Menurut grafik harga di situs resmi Logam Mulia Antam, penurunan tersebut hanya sebesar Rp 6.000 per gram.
Di Senin, 23 Maret 2023, harga emas berada di level Rp 2.843.000 per gram. Pada Sabtu, 28 Maret 2023, harga turun menjadi Rp 2.837.000 per gram.
Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Ibrahim Assuaibi, berpendapat bahwa pelemahan harga emas ini mungkin bersifat sementara. Ia menilai kenaikan harga akan terjadi dalam waktu dekat, namun masih jauh dari level Rp 3.000.000 per gram.
Dalam analisisnya, Ibrahim memprediksi bahwa harga emas dapat naik hingga maksimal Rp 2.920.000 per gram, dan paling rendah peningkatan bisa mencapai Rp 2.855.000 per gram.
"Minggu depan logam mulai menyentuh level Rp 3.000.000 tidak akan terjadi. Mungkin terjadi di minggu berikutnya," ujar Ibrahim dalam keterangannya kepada media.
Lebih lanjut, bila harga emas mengalami pelemahan, Ibrahim memprediksi pelemahan maksimal dapat mencapai Rp 2.750.000 per gram. Namun ia optimis pelemahan mungkin akan berada di level Rp 2.800.000 per gram saja.
Menurutnya, harga emas masih dapat meroket karena banyak faktor. Salah satu faktor utamanya adalah masalah pasokan dan permintaan. Bank sentral di banyak negara saat ini sedang melakukan pembelian besar-besaran untuk cadangan emas.
"Tentang supply and demand, bank sentral global masih memupuk dan membeli logam mulia sebagai lindung nilai, saat harga turun ini justru jadi kesempatan buat mereka untuk membeli emas dengan harga relatif murah. Mereka itu paling optimis harga emas bisa naik terus, logam mulia tidak akan jauh pelemahannya, pasti naik lagi," ungkap Ibrahim.
Di sisi lain, peperangan di Timur Tengah dan bahkan di Eropa Timur yang tak kunjung usai juga menjadi perhatian investor. Perang terus memberikan ketidakpastian. Baginya, hal ini bisa menjadi pendorong emas untuk meningkat terus harganya.
"Mau ada masalah perang dagang pun nggak terlalu digembar-gemborkan, masyarakat, investor, itu tertuju pada masalah perang, khususnya Timur Tengah. Pelaku pasar condong melihat konflik itu," ujar Ibrahim.
Ibrahim menekankan bagi masyarakat yang berinvestasi emas, sebaiknya jangan takut asetnya akan mengalami penurunan. Menurutnya harga emas masih sangat mungkin kembali meroket. Dirinya sendiri pun tidak mengubah target penguatan harga emas hingga Rp 4.000.000 per gram.
"Bagi masyarakat yang investasi emas, jangan takut, masih terus up. Target saya juga belum diturunkan bahwa logam mulai di Rp 4.000.000 per gram, tinggal tunggu waktu saja," pungkas Ibrahim.
Secara keseluruhan, harga emas Antam menunjukkan fluktuasi kecil dalam seminggu terakhir. Analisis Ibrahim menegaskan bahwa meski harga menurun, faktor pasokan global dan ketidakpastian geopolitik dapat memicu kenaikan kembali. Investor disarankan untuk tetap waspada namun tidak panik, karena prospek jangka panjang masih mengarah pada kenaikan nilai emas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
SKK Migas Catat 1,500 BOPD Saat Ini, Target 20,000 BOPD
Produksi Minyak Nasional 576k BOPD, Masih Di Bawah Target
Berita Terbaru
Kebakaran 4 Ha di Bangka Barat Padam dalam 1 Jam pada 3 Juni
Khutbah Jumat Akhir Tahun: Refleksi dan Muhasabah 1447 H
Curacao masuk Piala Dunia 2026, Chong satu pemain asli
Beasiswa AGRTPS 2026: 5 Slot Buka, Pendaftaran Hingga 18 Juni
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
