Harga Sapi Kurban di Pasar Ingon‑ingon Ciwareng Naik 30%

Kartika D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Harga Sapi Kurban di Pasar Ingon‑ingon Ciwareng Naik 30%

Gambar atau konten salah?

Pasar Ingon-ingon Ciwareng di Purwakarta mulai berdenyut dua hari menjelang Hari Raya Idul Adha. Pagi itu, ribuan pembeli berkumpul di pasar hewan yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Jawa Barat.

Para pengunjung datang dari Purwakarta dan daerah lain di Jawa Barat. Mereka menelusuri setiap lapak, memeriksa ukuran, kondisi fisik, dan menyesuaikan pilihan dengan anggaran yang dimiliki. Proses ini sudah menjadi tradisi lama di pasar ini.

Harga sapi jantan di pasar tersebut dilaporkan naik antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per ekor dibandingkan harga normal. Kenaikan terjadi hampir di seluruh kategori sapi layak kurban.

Negosiasi di sini masih dilakukan dengan cara khas: jabat tangan, lalu sampai kesepakatan harga antara penjual dan pembeli. Meskipun begitu, harga tidak menurun meski pasar masih ramai.

Harga sapi kurban yang sebelumnya dijual sekitar Rp21 juta per ekor kini naik menjadi sekitar Rp23 juta. Sapi yang sebelumnya berada di kisaran Rp23 juta kini menembus Rp26 juta per ekor. Untuk sapi dengan ukuran dan kualitas premium, harga tertinggi di pasar ini mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta per ekor.

Salah seorang pedagang asal Jawa Timur, Abdul Aziz, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak memasuki bulan Mei. Menurutnya, tingginya permintaan menjelang Idul Adha tidak sebanding dengan jumlah pasokan sapi yang tersedia di pasar.

"Harga sapi naik sekarang 1-3 juta, biasa saya jual 30 sekarang harus 33, jenis pedon. Ini sapi limo 23 jadi 26 juta. Di pasar Jawa Timur sapinya sedikit, karena banyak permintaan mau jelang lebaran," ujar Abdul Aziz, Senin, 25 Mei 2026.

Ia mengaku selama satu bulan terakhir berkeliling menjual sapi di berbagai wilayah Jawa Barat dan mencatat penjualan yang cukup tinggi.

"Alhamdulillah satu bulan terakhir sudah terjual 250 ekor sapi. Yang paling banyak dicari sapi lokal madrasi, harganya 23 tapi sekarang dijual 25-26 juta, naik 2-3 jutaan," katanya.

Odang, salah seorang pembeli asal Cimahi, datang untuk mencari sapi kurban sekaligus memenuhi permintaan di daerahnya. Ia mengaku harga mengalami lonjakan dalam waktu singkat.

"Aduh melonjak jauh dari kemarin melonjak harganya, 1 juta lebih harga naiknya, dari Senin minggu kemarin sampai Senin sekarang naik 1 juta lebih harganya, itu yang barusan harga 23 juta, kemarin dapat 21,5 juta," ucap Odang.

Data petugas pasar menunjukkan pada Senin ini tercatat lebih dari 300 ekor sapi masuk ke Pasar Ingon-ingon Ciwareng. Jumlah transaksi juga dilaporkan meningkat sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan hari biasa.

Situasi ini menunjukkan bahwa meski harga mengalami kenaikan, antusiasme masyarakat untuk berkurban menjelang Idul Adha tetap tinggi. Pasar ini tetap menjadi tempat utama bagi masyarakat Purwakarta dan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan kurban.

Dengan harga yang lebih tinggi, tetapi permintaan yang kuat, pasar Ingon-ingon Ciwareng tetap berfungsi sebagai pusat distribusi sapi kurban yang penting bagi komunitas muslim di wilayah Jawa Barat.

Pasar Ingon-ingonPurwakartaSapi kurbanIdul AdhaHarga naikJawa BaratAbdul Aziz

Komentar

Memuat komentar...