Harga Sapi Kurban Melonjak 3 Juta Ekor di Jawa Timur

Fandi R. · 2 min baca · 16 hari lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Harga Sapi Kurban Melonjak 3 Juta Ekor di Jawa Timur

Gambar atau konten salah?

Harga sapi kurban di Jawa Timur mulai melonjak menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kenaikan mencapai Rp 3 juta per ekor di beberapa pasar hewan, menandai lonjakan permintaan masyarakat.

Di Pasar Hewan Tikung, Lamongan, aktivitas jual beli hewan kurban menjadi lebih padat. Pedagang dan pembeli dari berbagai daerah berkumpul, membuat harga sapi kurban naik hingga 25 persen dibanding hari biasa.

Isrofil, kepala UPT Pasar Hewan Tikung dan Babat, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pedagang dan hewan ternak sudah terlihat beberapa pekan terakhir. “Kalau dibanding hari biasa, peningkatannya sekitar 25 persen. Harga sapi siap kurban juga naik sekitar Rp 1 juta sampai Rp 3 juta per ekor,” ujarnya pada Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Isrofil, lonjakan transaksi dipicu oleh meningkatnya permintaan hewan kurban, termasuk pembeli dari luar daerah yang berburu sapi lebih awal untuk mendapatkan kualitas terbaik. Pasar Hewan Tikung menjadi salah satu pusat perdagangan ternak terbesar di Lamongan, sering dikunjungi pembeli dari Sidoarjo, Krian, hingga Gresik. “Pedagang yang datang ke sini banyak dari luar kota. Perputaran uang dan hewannya juga cukup cepat,” tambahnya.

Para peternak dan pedagang sapi lokal merasakan dampak positif. Ridwan, salah satu pedagang sapi, mengakui kenaikan harga sapi kurban tahun ini lebih terasa dibanding tahun sebelumnya. “Harga sapi yang biasanya dijual sekitar Rp 20 juta kini bisa menembus Rp 25 juta per ekor, tergantung jenis dan bobot ternak,” ujarnya. “Kalau dibanding hari biasa, kenaikannya bisa sampai Rp 3 juta per ekor. Tahun ini lebih bagus dibanding tahun lalu,” tambahnya.

Ridwan menyebut jenis sapi seperti limosin, pegon, dan simmental menjadi yang paling banyak diburu pembeli karena dianggap memiliki postur besar dan kualitas daging yang baik. “Yang paling diminati biasanya limosin, pegon sama simmental. Apalagi yang bertanduk, itu cepat laku,” tambahnya.

Lonjakan harga sapi kurban juga terjadi di pasar hewan Lumajang. Kenaikan harga berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per ekor tergantung ukuran sapi. Harga sapi yang sebelumnya Rp 16 juta kini menjadi Rp 17,5 juta. Sedangkan untuk sapi berukuran besar, harga Rp 27 juta kini menjadi Rp 30 juta per ekornya. Kenaikan ini disebabkan banyaknya permintaan warga yang membeli sapi untuk disembelih saat perayaan Idul Adha mendatang. “Harga sapi mahal soalnya mau kurbanan. Kenaikan Rp 3 juta. Kalau pembeli dari Jawa Barat, Purwakarta, Surabaya banyak ke sini,” kata pedagang sapi, Budi.

Para pembeli pun mengaku harga sapi mengalami kenaikan dibandingkan hari biasanya. Mereka sengaja membeli sapi kurban lebih awal agar mendapatkan sapi dengan harga yang lebih terjangkau dan kualitas bagus. “Harga sapi semakin naik karena bentar lagi Idul Adha. Saya bawa ke Sidoarjo dapat harga Rp 23 juta. Biasanya harga Rp 20 juta,” ujar pembeli asal Sidoarjo, Durahman.

Lonjakan harga sapi kurban di Jawa Timur mencerminkan kombinasi permintaan tinggi dan strategi pembelian awal. Pedagang dan peternak merasakan manfaat ekonomi, sementara pembeli harus menyesuaikan anggaran untuk memenuhi tradisi Idul Adha. Kenaikan harga ini menunjukkan bagaimana pasar ternak bereaksi terhadap puncak permintaan musiman.

harga sapi kurbanJawa TimurIdul AdhaPasar Hewan Tikungpermintaan tinggikenaikan hargaternak

Komentar

Memuat komentar...