Harga Telur Peternak Blitar Turun, Golkar Minta Intervensi

Dedi S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Harga Telur Peternak Blitar Turun, Golkar Minta Intervensi

Gambar atau konten salah?

M. Sarmuji, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, menyoroti kondisi memprihatinkan yang dialami peternak ayam petelur rakyat. Ia mengungkapkan bahwa meski harga pakan tetap tinggi, harga telur di tingkat peternak di sentra produksi telur di Blitar, Jawa Timur, justru turun signifikan pada 07 April 2026.

“Saat ini terjadi ketidakseimbangan yang serius. Harga pakan tetap tinggi, tetapi harga telur di tingkat peternak justru turun di kisaran Rp 21.000 hingga Rp 22.000 per kilogram. Kondisi ini jelas merugikan peternak dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujar Sarmuji dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, situasi ini menuntut langkah cepat dari pemerintah sebagai solusi jangka pendek untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak rakyat. Tanpa intervensi, tekanan ini berpotensi memperlemah sektor peternakan nasional yang selama ini menjadi penopang penting ketahanan pangan.

Sarmuji mendorong pemerintah meningkatkan frekuensi penggunaan telur dalam menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sedikitnya satu hingga dua bulan ke depan. Ia berharap upaya ini dapat menambah permintaan telur di pasar sehingga harga di tingkat peternak bisa kembali lebih rasional.

“Program MBG bisa menjadi instrumen efektif untuk menyerap produksi telur peternak. Dengan peningkatan frekuensi menu telur, kita bisa membantu menyeimbangkan harga sekaligus memastikan program gizi berjalan optimal,” katanya lagi.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari peternak, khususnya dari sentra produksi seperti Blitar, dan daerah lainnya. Jumlah peternak ayam petelur yang besar membuat persoalan ini berdampak luas terhadap ekonomi rakyat.

“Keluhan dari peternak terus berdatangan. Ini menunjukkan masalahnya nyata dan dirasakan langsung oleh pelaku usaha di lapangan. Pemerintah perlu segera hadir dengan kebijakan yang responsif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Fraksi Partai Golkar DPR RI, menurut Sarmuji, akan terus mendorong agar pemerintah mengambil langkah konkret guna menjaga keseimbangan harga dan melindungi keberlangsungan peternak ayam petelur rakyat.

Situasi ini menyoroti ketegangan antara biaya input tinggi dan penurunan harga produk akhir. Intervensi pemerintah melalui program MBG dapat menstabilkan harga, memberi dukungan bagi peternak, dan memastikan program gizi tetap berjalan. Golkar tetap berkomitmen untuk menekan ketidakseimbangan ini.

peternak ayam petelurharga telur turunpakan tinggiBlitarProgram Makan Bergizi GratisGolkarketahanan panganintervensi pemerintah

Komentar

Memuat komentar...