Hari Kartini 21 April: Peringatan Pahlawan Nasional

Dedi S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Hari Kartini 21 April: Peringatan Pahlawan Nasional

Gambar atau konten salah?

Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Penetapan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 108 Tahun 1964 yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno. Melalui Keppres tersebut, Raden Ajeng Kartini diangkat sebagai Pahlawan Nasional. Tanggal kelahirannya pada 21 April 1979 juga menjadi hari peringatan yang diulang setiap tahun di Indonesia.

Perayaan ini dimaksudkan untuk mengenang perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan. Masyarakat biasanya mengadakan upacara, lomba, dan perayaan budaya. Tujuannya adalah menjaga dan melestarikan nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah panjang perjuangan beliau.

Menurut laman Perpustakaan Universitas Brawijaya, peringatan setiap tanggal 21 April merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan RA Kartini. Ia berjuang memperjuangkan hak-hak perempuan di masa penjajahan. Hari Kartini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momen reflektif untuk mengenang jejak perjuangan menuju kesejahteraan gender.

Biografi singkatnya menunjukkan bahwa RA Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1979. Ia berasal dari keluarga bangsawan Jawa dan memiliki akses pendidikan dasar di sekolah Belanda yang disebut ELS (Europeesche Lagere School). Namun, saat memasuki usia remaja, ia harus menjalani masa pingitan sesuai adat, sehingga ruang geraknya menjadi terbatas. Meskipun demikian, keterbatasan tersebut tidak memadamkan semangat belajarnya.

Ia terus mengembangkan wawasan secara mandiri dan aktif menjalin korespondensi dengan sahabat-sahabatnya di Belanda. Melalui surat menyurat, ia menuangkan gagasan tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan, kesetaraan hak, serta kritik terhadap sistem feodalisme dan kolonialisme yang mengekang masyarakat pribumi. Kumpulan surat tersebut kemudian dibukukan dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang, yang menjadi warisan pemikiran berharga hingga kini.

Menurutnya, pendidikan adalah kunci utama untuk mengangkat derajat perempuan. Ia menentang pandangan yang membatasi peran perempuan hanya di ranah domestik. Ia percaya bahwa perempuan yang berpendidikan akan mampu melahirkan generasi yang lebih maju dan berdaya saing. Pemikirannya yang progresif bahkan melampaui zamannya, karena tidak hanya membahas isu perempuan, tetapi juga ketidakadilan sosial secara luas.

Sebagai bentuk nyata perjuangannya, RA Kartini mendirikan sekolah bagi anak-anak perempuan di Jepara. Sekolah ini menjadi langkah awal dalam membuka akses pendidikan bagi perempuan pribumi agar lebih mandiri dan berpengetahuan. Upaya tersebut turut mendorong perhatian pemerintah kolonial Belanda terhadap pentingnya pendidikan bagi perempuan. Pemikiran Kartini kemudian dikenal luas berkat dukungan tokoh Belanda seperti Jacques Henrij Abendanon yang menerbitkan surat-suratnya.

Hari Kartini menjadi simbol emansipasi perempuan Indonesia dan pelopor perubahan sosial yang hingga kini masih relevan. Peringatan ini mengajak masyarakat untuk menelusuri sejarah, menghargai perjuangan, dan terus memperjuangkan kesetaraan gender. Dengan mengenang jasa RA Kartini, generasi muda dapat mengambil inspirasi untuk terus berjuang demi masa depan yang lebih adil.

Perayaan ini menegaskan bahwa hak perempuan, pendidikan, dan kesetaraan tidak boleh dianggap sepele. Melalui sejarah Kartini, kita diingatkan bahwa perubahan sosial memerlukan tekad, pendidikan, dan solidaritas. Hari Kartini, yang diperingati setiap tanggal 21 April, tetap menjadi momen penting bagi bangsa Indonesia.

Hari KartiniRaden Ajeng Kartinihak perempuanpendidikankesetaraan genderperjuangankolonialisme

Komentar

Memuat komentar...