Hari Pertama UTBK‑SNBT di ISI Bali, Peserta Tertib

Yuli S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Hari Pertama UTBK‑SNBT di ISI Bali, Peserta Tertib

Gambar atau konten salah?

Denpasar – Hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK‑SNBT) berlangsung tertib di ISI Bali. Peserta dari berbagai daerah sudah memadati lokasi sejak pagi, menghindari keterlambatan pada sesi pertama. Mereka datang lebih awal, menunggu di ruang tunggu, lalu masuk ke ruang ujian tepat waktu.

Salah satu peserta, Adi, asal Banyuwangi, mendampingi keponakannya yang akan mengikuti tes di sesi kedua. Adi menegaskan bahwa keponakannya memilih jurusan arsitektur di ISI Bali.

Ngantar keponakan ujian di sini. Saya berangkat dari Banyuwangi jam 05.00, kata Adi saat ditemui di ISI Bali, Selasa (21 April 2026). Pilih arsitektur kalau di sini, imbuhnya.

Keponakan saya pilihnya di sini (ISI Bali) karena dia maunya arsitektur yang nggak digabung dengan Teknik Sipil. Kalau di Jawa Timur seperti ITS, Unair itukan digabung, kata Adi.

Adi menjelaskan bahwa di daerah asalnya terdapat beberapa kampus dengan jurusan serupa, namun keponakannya memilih ISI Bali setelah melakukan riset. Ia menekankan bahwa jurusan arsitektur di sini tidak digabung dengan teknik sipil, berbeda dengan ITS atau Unair.

Sesi pertama dimulai sesuai jadwal. Peserta diminta hadir sejak 07.45 Wita, sementara ujian resmi mulai 08.15 Wita. Di sekitar 11.45 Wita, peserta mulai keluar ruangan, berkumpul bersama keluarga atau teman.

Made, penjaga keamanan di lokasi, menjelaskan bahwa ujian digelar di Gedung Desain Hub ISI yang memiliki tiga lantai. Meski berfungsi sebagai tempat tes, aktivitas kampus tetap berjalan. Hari ini ada dua sesi ujian. Parkiran basement juga penuh dari pagi, ujar Made.

Anya, peserta asal Badung yang sedang menjalani semi gap year, mengikuti SNBT di Gedung ISI Bali. Ia menganggap soal masih dapat dipahami. Di kertas pesertanya masuk jam 07.45, ujiannya 08.15. Soalnya menurut saya masih bisa dinalar, nggak terllau sulit, ujarnya.

Anya menjelaskan bahwa subtes Penalaran Umum (PU) masih normal, sementara Pengetahuan Kuantitatif (PK) mengandung soal tricky, terutama materi bangun ruang. PK ada yang tricky, tapi masih bisa dijawab. Harus teliti, apalagi soal bangun ruang karena banyak nentuin sisi diagonal, tambahnya.

Tahun ini peserta dapat memilih hingga empat jurusan, dua S1 dan dua vokasi. Anya memilih Kedokteran Universitas Brawijaya dan Keperawatan Universitas Airlangga. Ia belajar mandiri sambil kuliah Keperawatan di Itekes, menekankan pentingnya niat belajar, bukan hanya bimbel.

UTBK‑SNBT di ISI Bali berlangsung lancar, dengan peserta menantikan hasil dan kesempatan melanjutkan studi. UTBK‑SNBT menegaskan bahwa proses seleksi tetap berjalan sesuai jadwal, meski peserta harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kampus yang masih beroperasi.

UTBK‑SNBTISI Balijurusan arsitekturPengetahuan KuantitatifPenalaran UmumBrawijayaAirlangga

Komentar

Memuat komentar...