Hari Tasyrik 2026: Jadwal, Larangan Puasa, dan Amalan

Yanto K. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 259 dibaca
Bisik.id
Hari Tasyrik 2026: Jadwal, Larangan Puasa, dan Amalan

Gambar atau konten salah?

Hari Tasyrik adalah tiga hari yang mengikuti Idul Adha, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Pada periode ini umat Islam dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban dan melaksanakan amalan‑amalan lain yang bersifat sunnah.

Berikut jadwal Hari Tasyrik 2026 berdasarkan hasil sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H:
Hari Tasyrik pertama: Kamis, 28 Mei 2026 (11 Zulhijjah 1447 H)
Hari Tasyrik kedua: Jumat, 29 Mei 2026 (12 Zulhijjah 1447 H)
Hari Tasyrik ketiga: Sabtu, 30 Mei 2026 (13 Zulhijjah 1447 H)

Hari Raya Idul Adha pada 10 Zulhijjah 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026. Setelah hari raya, umat memasuki fase tasyrik di mana daging kurban menjadi bahan utama bagi berbagai hidangan.

Larangan di Hari Tasyrik terletak pada kebiasaan berpuasa. Menurut laman MUI, berpuasa dilarang kecuali bagi yang tidak memiliki hewan kurban. Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menyatakan: عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ قَالَا لَمْ يُرَخَّصْ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ إِلَّا لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْهَدْيَ – artinya, “Tidak diperkenankan berpuasa pada hari tasyrik kecuali bagi yang tidak mendapatkan hewan qurban.”

Hadits lain dari Abu Hurairah RA juga menegaskan larangan ini: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ حُذَافَةَ يَطُوْفُ فِي مِنَى أَنْ لَا تَصُومُوا هَذِهِ الْأَيَامَ فَإِنَّهَا أَيَّامَ أَكْلِ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ – “Jangan berpuasa di hari-hari ini. Ini adalah hari makan, minum, dan berzikir.”

Amalan yang Dianjurkan di Hari Tasyrik meliputi lima kegiatan utama:

  • Menyembelih Hewan Kurban – Menurut laman Kementerian Agama, hari tasyrik masih menjadi waktu sah untuk menyembelih hewan kurban bagi yang belum melakukannya pada Idul Adha. Proses penyembelihan ini harus mematuhi syarat-syarat syar'i, termasuk memilih hewan yang sehat dan memelihara etika dalam penanganannya.
  • Bertakbir – Takbir di hari tasyrik dapat dilakukan setiap selesai shalat lima waktu. Bacaan takbiran tetap sama dengan yang dilantunkan pada Idul Adha: الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر لا إله إلا الله هو الله أكبر (Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu Allahu akbar).
  • Menikmati Makanan dan Minuman – Karena hari tasyrik ditandai sebagai hari “makan dan minum”, umat dianjurkan menikmati hidangan kurban. Hadits yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW menegaskan: أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ – “Hari tasyrik adalah hari menikmati makanan dan minuman.”
  • Memperbanyak Zikir – Pada hari tasyrik, meningkatkan zikr kepada Allah dianjurkan. Umat dapat membaca istighfar, tasbih, tahmid, dan ungkapan pujian lainnya. Hal ini sejalan dengan ayat Al‑Quran: وَاذْكُرُوا اللّٰهَ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْدُوْدٰتٍۗ (Dan berzikirlah Allah dalam beberapa hari yang terbilang).
  • Memperbanyak Doa Sapu Jagat – Hadits riwayat Anas bin Malik menunjukkan doa sapu jagat sebagai doa yang paling sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW: كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ - صلى الله عليه وسلم - اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ – “Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka.” Doa ini dapat dibaca berulang kali di hari tasyrik.

Amalan‑amalan di atas tidak hanya menambah ibadah, tetapi juga mempererat rasa kebersamaan dalam komunitas. Menyembelih kurban, misalnya, memicu kegiatan sosial seperti distribusi daging kepada yang membutuhkan, sementara takbir dan doa memperkuat ikatan spiritual.

Selain itu, larangan berpuasa di hari tasyrik menegaskan bahwa hari tersebut bukanlah waktu untuk menahan diri dari makanan, melainkan waktu untuk menikmati hasil kurban dengan penuh syukur. Larangan ini didasarkan pada hadits sahih, sehingga menjadi pedoman bagi umat dalam menjalankan ibadah.

Hari tasyrik 2026, dengan jadwal yang jelas dan amalan yang terstruktur, menawarkan kesempatan bagi umat Islam untuk menyalurkan amal, meningkatkan kesadaran spiritual, dan mempererat hubungan sosial melalui berbagi. Dengan memahami larangan dan amalan yang dianjurkan, setiap individu dapat menjalankan hari tasyrik secara penuh makna.

Kesimpulannya, Hari Tasyrik 2026 jatuh pada 28, 29, dan 30 Mei 2026. Pada hari-hari ini, berpuasa dilarang, sementara menyembelih kurban, bertakbir, menikmati hidangan, memperbanyak zikir, dan berdoa sapu jagat menjadi amalan yang dianjurkan. Mengikuti pedoman ini membantu umat mengekspresikan rasa syukur dan kepedulian sosial secara harmonis.

Hari TasyrikIdul AdhaKurbanLarangan PuasaAmalan TasyrikTakbirZikir

Komentar

Memuat komentar...