Harimau Liar Serang Kerbau, Warga Muratara Waspada

Fitri A. · 2 min baca · 12 hari lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Harimau Liar Serang Kerbau, Warga Muratara Waspada

Gambar atau konten salah?

Warga di Muratara, Sumatera Selatan, merasa cemas karena kemunculan harimau liar yang sering memangsa ternak.

Sejak 01 April 2026, harimau telah muncul di sekitar Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas, dan terakhir terlihat pada Rabu, 20 Mei 2026.

Terdapat 17 kerbau yang menjadi korban, 13 kerbau milik warga Desa Kuto Tanjung dan 4 kerbau milik warga Desa Napalicin.

Salah satu warga, Fauzi, mengungkapkan ketakutan karena harimau sering muncul di area perkebunan.

Pada Jumat, 22 Mei 2026, Fauzi mengatakan: “Yang menjadi kekhawatiran kita, harimau itu telah masuk ke areal perkebunan, bahkan beberapa orang pernah melihat harimau itu berada di pinggir perkampungan meskipun belum masuk ke pemukiman,” katanya.

Fauzi menambahkan bahwa tiga ekor harimau sering berkeliaran di sekitar perkebunan, membuat warga takut.

“Kalau saya belum pernah, tapi orang tua saya sudah pernah bertemu, bahkan saat ini saja masih trauma dan tidak mau lagi ke kebun karet,” ungkapnya.

Kejadian ini tidak hanya mengancam keselamatan warga, tapi juga memengaruhi sektor wisata di Air Terjun Batu Ampar, Desa Kuto Tanjung.

Wisata air terjun biasanya ramai saat libur lebaran, namun kini menjadi sepi karena kabar harimau masuk ke wilayah tersebut.

Camat Ulu Rawas, M Darmawan, mengimbau masyarakat tetap waspada, menegaskan bahwa harimau masih berada di sekitar hutan TNKS.

“Keberadaan mereka biasanya dipicu oleh ketersediaan makanan dan harimau tersebut informasinya berasal dari hutan TNKS (Nasional Kerinci Seblat). Kita sudah imbau kepada warga agar berhati-hati saat berada di dekat wilayah itu,” ujarnya.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumsel, Yusmono, menyatakan bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi bersama TNKS.

“Kita mengecek langsung dengan pihak TNKS juga, terus kita cek titik-titik lokasi ternak yang mati. Berdasarkan penelusuran petugas, kerbau-kerbau itu memang diliarkan oleh masyarakat dan kadang jauh dari pemukiman hingga ke bukit dan hutan. Sementara di sana dekat dengan kawasan TNKS yang merupakan habitat harimau,” katanya.

Yusmono juga melaporkan pemasangan kamera trap untuk memantau pergerakan harimau. “Kemarin kita sudah memasang kamera trap untuk memprediksi pergerakan harimau itu ke mana arahnya dan sampai sekarang masih dianalisis,” ujarnya.

Dari hasil identifikasi sementara, Yusmono menyatakan bahwa harimau tersebut diduga masih berusia muda. “Kemungkinan itu harimau muda kalau dilihat dari jejaknya. Mungkin dia masih bereksplorasi di hutan tersebut untuk mencari makan,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melepaskan ternak terlalu jauh ke hutan dan berhati-hati saat beraktivitas di sekitar TNKS. “Kita mengimbau masyarakat agar jangan meliarkan lagi ternaknya hingga jauh ke hutan. Untuk aktivitas masyarakat lainnya harus hati-hati, jangan terlalu dekat dengan daerah TNKS dan jangan terlalu malam atau terlalu pagi juga,” ujarnya.

Situasi ini menyoroti pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan lembaga konservasi untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan satwa liar dan keamanan masyarakat.

harimau liarkerbauMurataraSumatera SelatanTNKSkamera trapwisata Air Terjun Batu Amparkeamanan masyarakat

Komentar

Memuat komentar...