Harimau Sumatera Mati di Sungai, BKSDA Tinjau Penyebab

Yuli S. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Harimau Sumatera Mati di Sungai, BKSDA Tinjau Penyebab

Gambar atau konten salah?

Di aliran sungai SP 4, Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, warga menemukan seekor harimau Sumatera yang sudah tidak bernyawa. Kematian hewan langka ini memicu tindakan cepat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu.

Agung Nugroho, Kepala BKSDA Bengkulu, menegaskan bahwa pihaknya sedang meneliti laporan tersebut. Ia mengungkapkan, “Informasi sedang diklarifikasi tim ke lapangan,” melalui telepon pada Sabtu, 02 Mei 2026. Tindakan ini bertujuan memastikan kebenaran dan detail kejadian.

Di sisi lain, Said Jauhari, Kepala Seksi Wilayah I BKSDA, menambahkan bahwa timnya sedang memeriksa lokasi secara langsung. Ia menyatakan, “Informasinya kami sudah terima namun laporan detil dari lapangan masih dikumpulkan, termasuk terkait jenis kelamin, di mana lokasinya, hingga apa penyebab matinya harimau tersebut,” jelas Said. Data ini penting untuk memahami apa yang menyebabkan kematian harimau tersebut.

Selain personel, BKSDA Bengkulu juga menurunkan seorang dokter hewan. Tim ini bertugas melakukan nekropsi pada tubuh harimau Sumatera. Lima orang berasal dari Kota Bengkulu, sementara personel tambahan datang dari Resor Mukomuko. Dokter hewan tersebut berada di Puskesmas Ipuh, Kabupaten Mukomuko.

Hingga saat ini, semua tim masih mengumpulkan bukti lapangan guna menentukan penyebab kematian harimau. Penelitian ini melibatkan tenaga ahli dan petugas lapangan yang berkoordinasi dengan BKSDA Bengkulu.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya pengawasan satwa langka dan respons cepat lembaga konservasi ketika terjadi kejadian tak terduga.

Harimau SumateraBKSDA BengkuluKematian harimauPengawasan satwaTim lapanganNecropsiPuskesmas IpuhResor Mukomuko

Komentar

Memuat komentar...