Hendrik Irawan Parkir Mobil Menyebabkan Kemacetan di Jalan Bandung
Gambar atau konten salah?
Hendrik Irawan, pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali menjadi sorotan publik. Sebelumnya ia pernah viral karena menari MBG dengan penghasilan Rp6 juta per hari, kini ia dipuji karena kejadian parkir mobilnya.
Mobil milik Hendrik, berplat nomor D 1213 MBG, terlihat di pinggir Jalan Purnawarman, Kota Bandung. Kendarannya terparkir di badan jalan, namun posisinya terlalu menjorok ke tengah sehingga menimbulkan kemacetan.
Video kejadian tersebut menjadi viral di media sosial. Perekamnya adalah pengendara lain yang melintasi jalan tersebut. Video menunjukkan mobil tersebut terparkir di tepi jalan, menutupi sebagian jalur lalu lintas.
Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, Hendrik menyatakan klarifikasi. Ia menulis:
"Jadi saya sedikit menjelaskan soal video yang viral. Betul itu mobil milik saya, parkir di pinggir jalan. Kebetulan, hari Sabtu minggu lalu, saya dengan keluarga mau ke BEC,"
Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan pada hari itu sudah ditutup karena banyak pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang. Karena tidak ada tempat parkir yang tersedia, ia terpaksa memarkirkan kendaraan di pinggir jalan.
"Namun karena kondisi jalan yang ditutup akibat banyaknya pohon tumbang diterpa hujan dan angin kencang, maka ia terpaksa memarkirkan kendaraan di pinggir jalan alih-alih di area parkir yang disediakan pusat elektronik di Kota Bandung itu."
Ia menambahkan:
"Jadi jalannya ditutup portal karena banyak pohon tumbang. Jadinya saya parkir di pinggir jalan, parkir dari jam 2 siang sampai jam 9 malam,"
Hendrik meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Ia berkata:
"Untuk warga Bandung, seluruh Indonesia, dan netizen saya minta maaf. Sekarang mobil saya ada di Polrestabes Bandung karena pelanggaran parkir itu, dan Insyaallah akan saya ambil besok (Selasa, 07 April 2026), kebetulan sekarang saya masih di luar kota,"
Peristiwa ini menjadi permintaan maaf kedua Hendrik, setelah sebelumnya viral karena menari di SPPG miliknya. Ia juga pernah menyebutkan keuntungan Rp6 juta per hari dari program MBG.
Hendrik kini menunggu pengambilan mobilnya di Polrestabes Bandung pada 07 April 2026, sementara ia berada di luar kota. Kejadian ini menyoroti pentingnya penanganan lalu lintas di daerah yang sering terkena cuaca ekstrem.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
