Hepatitis A: Wanita India Kembali Sehat Setelah ICU

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 86 dibaca
Bisik.id
Hepatitis A: Wanita India Kembali Sehat Setelah ICU

Gambar atau konten salah?

Seorang 28 tahun wanita dari India memulai liburan sederhana bersama suaminya di Thailand. Mereka tidak menyiapkan rencana khusus, hanya ingin bersantai dari rutinitas harian. Namun, keadaan berubah ketika sore itu, saat mereka menikmati pantai, wanita itu tiba‑tiba merasakan kelelahan hebat, mual, dan demam ringan.

Awalnya, ia menganggap semuanya akibat kelelahan biasa. Ia kembali ke hotel, beristirahat, berharap tubuhnya akan pulih. Namun, keesokan harinya, kondisi semakin memburuk. Tekanan darahnya turun drastis, tubuhnya sulit bergerak, dan ia mulai kesulitan bernapas. Suaminya menyadari bahwa ini bukan sekadar kelelahan. Ia segera membawa istrinya pulang ke India dan langsung menuju UGD Rumah Sakit Manipal di Old Airport Road, Bangalore.

Setelah pemeriksaan lengkap, dokter menemukan bahwa wanita itu terinfeksi hepatitis A. Infeksi ini menurunkan fungsi hati, lalu memicu komplikasi pada organ lain. Karena kondisi semakin parah, pasien dipindahkan ke ICU dan dipasang ventilator.

“Meskipun kami telah berupaya menstabilkan kondisinya, tekanan darahnya tetap tidak terkontrol dengan baik, sehingga kami terpaksa menggunakan obat-obatan kuat, termasuk inotropik, untuk membantu menjaga sirkulasi dan mendukung fungsi organ vital,” jelas Konsultan Nefrologi dan Transplantasi Rumah Sakit Manipal, Dr Mohammed Fahad Khan.

“Pada saat yang sama, ginjalnya mulai gagal berfungsi, menyebabkan cedera ginjal akut stadium 3, dan ia mulai menjalani terapi penggantian ginjal berkelanjutan (CRRT), bentuk dialisis khusus untuk pasien yang sakit kritis. Selain itu, ia mengalami anemia berat dan membutuhkan beberapa transfusi darah,” lanjutnya, dikutip dari Times of India.

Pasien ini disebut mengalami gagal organ total. Hati kehilangan fungsi, ginjal berhenti bekerja, tekanan darah tidak stabil meski sudah diberikan obat kuat, hingga membutuhkan mesin bantu napas dan dialisis untuk menyaring darah. Dr Fahad membentuk tim multidisiplin, termasuk dokter intensive care, gastroenterologi, dan spesialis lain. Dr Adarsh Kulkarni, Dr Sunil Karanth selaku Ketua dan Kepala Pengobatan Perawatan Intensif, serta Dr Raj Vigna Venugopal selaku Kepala Gastroenterologi Medis ikut menangani pasien secara intensif.

Selama proses perawatan, tim bekerja sepanjang waktu. Perlahan, kondisi pasien mulai menunjukkan perbaikan. Tekanan darahnya menjadi stabil, sehingga penggunaan inotropik dapat dikurangi dan akhirnya dihentikan. Kemampuan bernapasnya juga membaik, sehingga ventilator berhasil dilepas. Fungsi ginjal dan hati pasien pun mulai pulih secara bertahap.

Suaminya, yang sebelumnya menunggu dengan kecemasan, akhirnya mendapat kabar baik: istrinya selamat. Ia kini kembali bekerja dan menjalani kehidupan normal. Kisah ini mengingatkan bahwa apa yang tampak seperti kelelahan biasa saat liburan bisa berkembang menjadi masalah kesehatan serius bila diabaikan.

Hepatitis AGagal GinjalICUVentilatorInotropikCRRTGagal Organ

Komentar

Memuat komentar...