Hindari 7 Kebiasaan Ini Setelah Jam 7 Malam untuk Jantung Sehat

Bima J. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Hindari 7 Kebiasaan Ini Setelah Jam 7 Malam untuk Jantung Sehat

Gambar atau konten salah?

Kesihatan jantung tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang kita makan dan seberapa aktif kita di siang hari. Bagaimana kita bersikap setelah jam kerja, terutama setelah pukul 19.00, juga memengaruhi fungsi kardiovaskular tubuh.

Menurut Dr. Sanjay Bhojraj, MD, ahli kardiologi, banyak orang tidak memperhatikan kebiasaan mereka di malam hari. “Pilihan di malam hari menentukan apakah tubuh beralih ke mode perbaikan atau tetap dalam mode stres,” ujarnya, dikutip dari CNBC International.

Berikut adalah tujuh kebiasaan yang sebaiknya dihindari setelah pukul 7 malam untuk menjaga kesehatan jantung:

  1. Makan Larut Malam

    Metabolisme tubuh mengikuti ritme sirkadian. Pada malam hari, sensitivitas insulin menurun, sehingga tubuh tidak bekerja optimal dalam memproses glukosa dan lemak. Akibatnya, makan larut dapat memicu lonjakan gula darah, gangguan metabolisme lipid, dan peningkatan peradangan. Penelitian menunjukkan bahwa makan lebih awal berkaitan dengan tekanan darah yang lebih stabil dan kontrol gula darah yang lebih baik. Proses pencernaan di malam hari juga dapat mengganggu mekanisme pemulihan tubuh saat tidur.

  2. Terpapar Cahaya Terang Berlebihan

    Paparan cahaya terang, terutama spektrum biru, menekan produksi melatonin. Hormon ini penting dalam mengatur siklus tidur, tekanan darah, dan aktivitas antioksidan pada sistem kardiovaskular. Cahaya di malam hari juga dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner serta gangguan penurunan tekanan darah alami saat tidur.

  3. Menonton Tayangan yang Memicu Stres

    Tayangan menegangkan seperti debat, reality show, atau pertandingan olahraga dapat memicu stres emosional. Kondisi ini mengaktifkan sistem saraf simpatik, meningkatkan detak jantung, dan tekanan darah. Penelitian menunjukkan bahwa stres, baik akut maupun kronis, berkontribusi terhadap disfungsi endotel, tahap awal penyakit kardiovaskular.

    “Secara pribadi, saya menyukai serial yang bagus seperti orang lain. Hanya saja saya tidak menontonnya di malam hari,” kata Dr. Sanjay. “Saya akan menyimpan drama gila orang lain untuk akhir pekan, ketika sistem saraf saya mampu menanggungnya. Meningkatkan hormon stres tepat sebelum tidur seperti menginjak pedal gas saat Anda memasuki garasi,” lanjutnya.

  4. Olahraga Intensitas Tinggi di Malam Hari

    Olahraga penting untuk jantung, namun waktunya juga penting. Latihan berat di malam hari dapat meningkatkan hormon stres seperti kortisol dan menunda tubuh masuk ke fase istirahat. Akibatnya, kualitas tidur menurun, detak jantung tetap tinggi saat malam, dan variabilitas detak jantung berkurang. Variabilitas detak jantung merupakan indikator penting kesehatan kardiovaskular.

  5. Konsumsi Alkohol

    Alkohol dapat mengganggu kualitas tidur dengan menekan fase REM dan mengacaukan produksi melatonin. Kebiasaan ini juga dapat meningkatkan detak jantung saat istirahat serta menghambat penurunan tekanan darah alami di malam hari. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

  6. Percakapan Penuh Emosi

    Diskusi emosional di malam hari dapat memicu lonjakan hormon stres, menurunkan variabilitas detak jantung, bahkan memicu aritmia pada individu yang rentan. “Pertengkaran di malam hari dengan istri tidak hanya merusak suasana hati. Hal itu membanjiri sistem tubuh dengan hormon stres tepat pada saat tubuh yang seharusnya beristirahat,” ujar Dr. Sanjay. “Beberapa percakapan penting. Hanya saja, tidak semuanya perlu terjadi malam ini,” tambahnya.

  7. Paparan Layar Tanpa Batas

    Penggunaan ponsel, tablet, atau televisi tanpa kontrol di malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian. Cahaya biru dari layar menunda produksi melatonin, sehingga waktu tidur menjadi lebih larut dan kualitasnya menurun. Gangguan tidur kronis diketahui berkaitan dengan hipertensi, resistensi insulin, peradangan, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

    “Bagi saya, setelah pukul 7 malam, aturan saya sederhana: Kurangi gangguan sirkadian dan stres simpatik, dan biarkan jantung Anda pulih,” tutupnya.

Dengan memperhatikan kebiasaan di malam hari, kita dapat membantu tubuh beralih ke mode pemulihan daripada tetap dalam mode stres. Kebiasaan sederhana seperti makan lebih awal, menghindari cahaya biru, menonton tayangan ringan, berolahraga di siang hari, mengurangi alkohol, menjaga percakapan damai, dan membatasi waktu layar dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan jantung.

kardiovaskularkebiasaan malammakan larutcahaya birustres emosionalolahraga malamvariabilitas detak jantung

Komentar

Memuat komentar...