HIPMI Minta Masyarakat Tak Panik Saat IHSG Anjlok
Gambar atau konten salah?
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo, meminta masyarakat, investor, dan pelaku usaha untuk tidak panik menyusul penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat. Menurutnya, gejolak di bursa efek bukan akhir dari prospek ekonomi nasional.
Jona menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki fondasi ekonomi yang kuat, pasar yang besar, dan sektor riil yang terus berjalan. Semua itu, kata dia, harus dijaga dan dikembangkan, bukan justru dilupakan karena gejolak satu hari.
"IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat. Kita tidak boleh kehilangan optimisme hanya karena gejolak pasar dalam satu hari," ujar Jona dalam keterangan tertulis pada Jumat.
Ia menambahkan bahwa potensi ekonomi Indonesia sangat besar. Pengusaha yang tangguh dan peluang investasi yang luas masih terbuka lebar. Yang dibutuhkan saat ini, menurut dia, adalah ketenangan, kepercayaan, dan kerja sama semua pihak.
Jona menjelaskan bahwa dinamika pasar modal sebenarnya bagian normal dari mekanisme ekonomi. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari kondisi ekonomi global, sentimen investor, hingga situasi pasar keuangan secara umum. Karena itu, kepanikan berlebihan justru bisa memperburuk keadaan dan mengganggu kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional.
BPP HIPMI menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar. Organisasi ini juga mendukung upaya memperkuat kepercayaan investor serta memastikan kegiatan ekonomi tetap berjalan normal.
"Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha," ujar Jona dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa HIPMI mendukung penuh langkah-langkah pemerintah untuk menjaga kepercayaan pasar. Jona juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak bisa dinilai hanya dari pergerakan indeks saham semata.
Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi yang produktif, sampai perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional. Selama sektor riil terus diperkuat dan lapangan kerja makin luas, Indonesia masih punya ruang untuk menjaga momentum pertumbuhan.
"Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian," ujar Jona dalam keterangan tertulis, Jumat.
Ia menambahkan, "Inilah kekuatan yang harus kita jaga. Jangan sampai kepanikan sesaat membuat kita melupakan potensi besar bangsa sendiri."
Jona menjelaskan bahwa dinamika pasar modal sebenarnya bagian normal dari mekanisme ekonomi. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari kondisi ekonomi global, sentimen investor, hingga situasi pasar keuangan. Karena itu, kepanikan berlebihan justru bisa memperburuk keadaan dan mengganggu kepercayaan publik terhadap perekonomian nasional.
BPP HIPMI menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dan otoritas keuangan untuk menjaga stabilitas pasar. Jona menekankan pentingnya koordinasi yang kuat, kebijakan yang tepat, dan kepastian bagi dunia usaha di tengah situasi seperti ini. Ia juga mengingatkan agar semua pihak tidak saling menyalahkan atau membangun ketakutan.
Ia menambahkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak bisa dinilai hanya dari pergerakan indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi produktif, dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.
"Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian," kata Jona dalam keterangan tertulis, Jumat.
Ia menambahkan, selama sektor riil terus diperkuat, investasi didorong, dan lapangan kerja diperluas, Indonesia masih punya ruang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan. Jona mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak kepanikan yang justru bisa memperburuk sentimen pasar.
BPP HIPMI menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar. Jona menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan saling menyalahkan, melainkan koordinasi yang kuat dan kebijakan yang tepat.
"Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha," tegas Jona dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak bisa dinilai hanya dari pergerakan indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi produktif, hingga perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.
Selama sektor riil terus diperkuat, investasi didorong, dan lapangan kerja diperluas, Indonesia masih punya ruang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan. Jona mencontohkan jutaan pelaku UMKM, pekerja, dan pengusaha yang setiap hari menggerakkan roda ekonomi.
"Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian," kata Jona dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan yang berlebihan. Kepanikan, menurutnya, hanya akan memperburuk sentimen dan mengganggu kepercayaan terhadap perekonomian nasional.
BPP HIPMI menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar. Jona menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan saling menyalahkan, melainkan koordinasi yang kuat dan kebijakan yang tepat sasaran.
"Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha," tegas Jona dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tidak bisa dinilai hanya dari pergerakan indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi produktif, hingga perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.
"Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian," kata Jona dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan, selama sektor riil terus diperkuat, investasi didorong, dan lapangan kerja diperluas, Indonesia masih punya ruang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan. "Inilah kekuatan yang harus kita jaga. Jangan sampai kepanikan sesaat membuat kita melupakan potensi besar bangsa sendiri," ujarnya.
Jona menjelaskan bahwa dinamika pasar modal adalah bagian normal dari mekanisme ekonomi. Banyak faktor yang memengaruhi pergerakan bursa, mulai dari kondisi ekonomi global, sentimen investor, hingga situasi pasar keuangan secara umum. Karena itu, kepanikan berlebihan justru bisa memperburuk keadaan dan mengganggu kepercayaan publik.
BPP HIPMI menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar. Jona menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan saling menyalahkan, melainkan koordinasi yang kuat, kebijakan yang tepat, dan kepastian bagi dunia usaha.
"Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha," tegas Jona dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak bisa dinilai hanya dari pergerakan indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi produktif, sampai perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut menentukan kekuatan ekonomi nasional.
"Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian," ujar Jona dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan, selama sektor riil terus diperkuat, investasi didorong, dan lapangan kerja diperluas, Indonesia masih punya ruang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan. Jona juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak kepanikan yang justru bisa memperburuk sentimen pasar.
BPP HIPMI menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar serta memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Jona menekankan bahwa yang dibutuhkan saat ini adalah koordinasi yang kuat, bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan.
"Kami percaya pemerintah memiliki komitmen kuat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam situasi seperti ini, yang diperlukan bukan saling menyalahkan atau membangun ketakutan, melainkan memperkuat koordinasi, menghadirkan kebijakan yang tepat, dan memberikan kepastian kepada dunia usaha," tegas Jona dalam keterangan tertulisnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak bisa dinilai hanya dari pergerakan indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi produktif, hingga perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.
"Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian," ujar Jona.
Ia menambahkan, selama sektor riil terus diperkuat, investasi didorong, dan lapangan kerja diperluas, Indonesia masih punya ruang besar untuk menjaga momentum pertumbuhan. Jona juga mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak kepanikan yang justru bisa memperburuk sentimen pasar.
BPP HIPMI menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar. Jona menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan saling menyalahkan, melainkan koordinasi yang kuat, kebijakan yang tepat, dan kepastian bagi dunia usaha.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak bisa dinilai hanya dari pergerakan indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi produktif, hingga perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.
"Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian," kata Jona dalam keterangan tertulis, Jumat.
Ia juga mengingatkan bahwa optimisme harus dibangun lewat langkah nyata, bukan sekadar pernyataan. Pemerintah, regulator, dan pelaku usaha perlu terus bersinergi supaya kepercayaan investor pulih dan aktivitas ekonomi tetap tumbuh.
BPP HIPMI mendukung langkah pemerintah dan otoritas keuangan dalam menjaga stabilitas pasar. Jona menegaskan bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan saling menyalahkan, melainkan koordinasi yang kuat dan kebijakan yang tepat.
"HIPMI mendukung langkah-langkah pemerintah untuk menjaga kepercayaan pasar," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak bisa dinilai hanya dari pergerakan indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi produktif, hingga perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional.
"Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian," kata Jona.
Ia menambahkan, tekanan di pasar modal seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat fundamental ekonomi, meningkatkan transparansi pasar modal, menjaga kepastian regulasi, dan mempercepat reformasi yang mendukung investasi. Optimisme, kata dia, harus dibangun lewat langkah konkret, bukan sekadar pernyataan.
Jona juga mengingatkan para pengusaha muda agar tidak menghentikan ekspansi dan inovasi hanya karena sentimen negatif jangka pendek. Risiko tetap perlu diperhitungkan, tetapi langkah usaha tidak boleh berhenti.
"Hari ini IHSG boleh merah, tetapi masa depan Indonesia tidak boleh kita lihat dengan pesimisme. Pasar bisa bergejolak, namun semangat pengusaha Indonesia harus tetap menyala," kata Jona.
"Kita dukung pemerintah, kita jaga kepercayaan investor, dan kita terus bekerja menciptakan investasi serta lapangan kerja. Indonesia tidak berhenti hanya karena satu hari yang berat di pasar saham," pungkasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi ekonomi tidak bisa dinilai hanya dari pergerakan indeks saham. Aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi produktif, dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) adalah bagian penting dari kekuatan ekonomi nasional. Selama sektor riil terus diperkuat, lapangan kerja diperluas, dan investasi didorong, Indonesia masih punya ruang untuk menjaga pertumbuhan.
BPP HIPMI juga memandang tekanan pasar kali ini bisa menjadi momen untuk memperbaiki fundamental ekonomi. Transparansi pasar modal, kepastian regulasi, dan reformasi yang mendukung investasi disebut sebagai hal-hal yang perlu terus didorong. Jona menambahkan bahwa optimisme harus dibangun lewat langkah nyata, bukan sekadar pernyataan. Pemerintah, regulator, dan pelaku usaha perlu bersinergi agar kepercayaan investor pulih dan aktivitas ekonomi tetap tumbuh.
Ia juga mengingatkan para pengusaha muda agar tidak menghentikan ekspansi dan inovasi hanya karena sentimen negatif jangka pendek. Tetap dengan perhitungan risiko yang matang, tentu saja.
Jona menutup pernyataannya dengan ajakan untuk tetap bekerja dan menjaga kepercayaan investor. Menurutnya, ekonomi Indonesia tidak berhenti hanya karena satu hari yang berat di pasar saham.
Kondisi ini mengingatkan bahwa pasar modal hanyalah salah satu cermin perekonomian. Ukuran yang lebih nyata ada pada aktivitas industri, perdagangan, konsumsi rumah tangga, dan gerak UMKM yang setiap hari berjalan. Ketika sektor riil tetap bergerak, tekanan di bursa biasanya hanya soal waktu sebelum kembali normal. Yang justru berbahaya adalah ketika kepanikan menyebar dan mengubah persepsi pelaku usaha terhadap prospek jangka panjang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Anjlok 8%, Bursa Efek Indonesia Trading Halt
Kemenkop Pastikan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Masuk Anggaran
Kemenkop Pastikan Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Cair Meski Fasilitas Belum Lengkap
CIMB Niaga Luncurkan OCTOBIZ untuk Perkuat Layanan Korporasi
Manajer Koperasi Merah Putih Otomatis Jadi Pegawai Tetap Setelah 2 Tahun
Astra Bawa 37 UMKM Binaan ke Pameran Ekspor TEI 2026
