Hiu di Pantai Nusa Dua: Indikator Kesehatan Laut Bali

Fitri A. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Hiu di Pantai Nusa Dua: Indikator Kesehatan Laut Bali

Gambar atau konten salah?

Dinas Kelautan dan Perikanan Bali mengklaim bahwa kondisi perairan Bali tergolong baik setelah munculnya hiu di Pantai Nusa Dua pada Minggu, 24 Mei 2026. Kepala Bidang Kelautan, I Nengah Bagus Sugiarta, menegaskan bahwa keberadaan hiu menandakan bahwa ekosistem laut masih sehat. Ia berkata, “Itu sebenarnya indikator kalau ada hiu itu perairannya bukan jelek. Kalau ada top predator berarti piramida makanannya kan ada, rantai makanannya ada,” ketika ditemui di kantor Dinas pada Senin, 25 Mei 2026.

Menurut Sugiarta, hiu sebagai predator puncak menunjukkan bahwa terumbu karang dan rantai makanan di perairan Bali masih utuh. Namun ia juga menyebut kemungkinan hiu sedang berburu, sehingga menyasar Pantai Nusa Dua. Ia menambahkan, “Daripada tidak ada hiu, nanti yang berkembang justru ikan-ikan herbivora. Cuma masalahnya dia ke situ itu yang perlu diteliti,” sambil mengingatkan bahwa perairan selatan Bali merupakan jalur migrasi predator seperti hiu dan paus.

Keberadaan hiu di pesisir masih belum teruji, dan Sugiarta menekankan pentingnya menilai risiko keselamatan wisatawan. Ia mengatakan, “Kalau memang dari dulunya enggak ada terus tiba-tiba ada nah itu menjadi bahan penelitian misalnya dari Udayana atau dari BRIN, kalau memang dari dulunya tidak ada hiu karena kembali lagi itu bukan kita yang berwenang membatasi gerak,” dan menilai bahwa hiu mungkin sedang mencari ikan tuna yang populasi besar di perairan Bali. Ia mengingatkan wisatawan agar berhati-hati, namun juga menegaskan bahwa hiu tidak selalu menakutkan, karena banyak objek wisata yang menawarkan berenang bersama hiu. Ia menutup, “Cuma kalau fenomena ini harus diteliti dulu. Cuma bukan berarti perairan kita jelek, enggak,.”

Sehari sebelumnya, pada Jumat, 22 Mei 2026, hiu diduga muncul di kawasan perairan Pantai The Nusa Dua, Badung. ITDC, pengelola The Nusa Dua, menegaskan situasi tetap aman dan hiu yang diduga tidak berbahaya bagi manusia. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menyatakan, “Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini tim pengamanan di lapangan belum menemukan adanya situasi yang menimbulkan kepanikan maupun laporan yang meresahkan dari masyarakat maupun wisatawan,” pada Minggu, 24 Mei 2026.

Peristiwa ini menyoroti bagaimana keberadaan predator puncak dapat menjadi indikator kesehatan ekosistem laut. Sementara itu, pihak berwenang menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami pola migrasi dan perilaku hiu di perairan Bali. Keberadaan hiu di pantai juga menimbulkan pertanyaan tentang keamanan wisatawan, namun belum ada bukti bahwa perairan Bali menurun kualitasnya. Pihak pengelola pantai dan dinas kelautan tetap mengawasi situasi dan siap menanggapi setiap perkembangan.

Hiu Pantai Nusa DuaEkosistem Laut BaliPredator PuncakKeamanan WisatawanPenelitian HiuTerumbu KarangMigrasi Predator

Komentar

Memuat komentar...