Hiu Tutul Berukuran Besar Terdampar, Mati di Pantai Pagubugan
Gambar atau konten salah?
Pada 17 Mei 2026, seekor hiu tutul berukuran besar ditemukan terdampar di Pantai Pagubugan, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap. Satwa laut yang dilindungi ini terlihat lemas dan akhirnya mati di tepi pantai.
Hiu tersebut pertama kali terdeteksi oleh Jumawan, pegawai Konservasi Laut Kabupaten Cilacap, saat melakukan patroli rutin dari Pantai Widarapayung Kulon menuju Pantai Pagubugan sekitar jam 5 pagi. “Saya lagi patroli dari Pantai Widarapayung Kulon menuju Pantai Pagubugan kurang lebih jam 5 pagi. Saat itu saya menemukan adanya satwa yang terdampar. Setelah saya dekati ternyata hiu tutul,” ujar Jumawan.
Ketika ditemukan, hiu tersebut masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan meski sangat lemah. “Masih lemas kayak masih hidup. Dari insangnya masih ada gerakan, siripnya juga masih bergerak karena kena ombak,” tambahnya.
Namun pantai yang landai membuat hiu tidak mampu kembali ke laut. Ombak pasang pagi itu diduga semakin menyeret tubuh hiu ke tepian. “Akhirnya mati karena kondisinya di daerah yang cukup landai sehingga tidak bisa naik ke tengah lagi. Kebetulan paginya itu air menjelang pasang tinggi,” jelas Jumawan.
Menurut perkiraan Jumawan, hiu tersebut berusia sekitar 8 hingga 10 tahun dengan panjang mencapai 4 meter dan beratnya diperkirakan antara 600 hingga 800 kilogram. “Kalau panjang saya perkirakan sekitar 4 meter, beratnya kurang lebih 600 sampai 800 kilogram, hampir 1 ton,” ujarnya.
Penemuan ini segera dilaporkan ke dinas terkait dan pemerintah desa setempat. Saat ini bangkai hiu tengah dalam proses evakuasi untuk dikuburkan di sekitar lokasi penemuan. “Tadi pagi saya sudah komunikasi juga dengan instansi terkait dan pihak pemdes. Sekarang lagi dievakuasi dengan cara dikuburkan,” kata Jumawan.
Petugas masih menunggu dokter hewan untuk mengambil sampel guna memastikan penyebab kematian satwa tersebut. “Ini lagi menunggu dokter hewan untuk diambil beberapa sampel dari indikasi penyebab kematiannya,” ujarnya.
Menurut Jumawan, kemunculan hiu hingga terlalu dekat ke bibir pantai diduga karena satwa tersebut sedang mencari makan. Kawasan laut Cilacap Timur memang banyak dipenuhi ikan kecil dan kerang. “Kondisi laut memang banyak ikan kecil dan kerang lancang lagi musim di Cilacap Timur. Jadi hiu tutul mencari makan terlalu ke pinggir, lalu ketika terjadi gelombang pasang dia tidak bisa kembali ke tengah dan akhirnya terbawa ombak,” pungkasnya.
Penemuan ini menyoroti betapa kondisi pantai yang landai dan ombak pasang dapat memengaruhi perilaku hiu tutul di wilayah Cilacap, serta pentingnya pemantauan satwa laut di pesisir.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
