HKI Minta Penguatan Listrik Nasional untuk Industri
Gambar atau konten salah?
HKI mengajukan permintaan agar sistem ketenagalistrikan nasional diperkuat demi kelangsungan industri dan iklim investasi. Ketua Umum HKI, Akhmad Ma'ruf Maulana, menegaskan bahwa pasokan listrik yang andal merupakan kebutuhan dasar bagi kawasan industri.
Ma'ruf Maulana mengungkapkan bahwa banyak pelaku industri melaporkan pemadaman listrik di berbagai wilayah Pulau Jawa. Ia menambahkan, “Kami menerima berbagai laporan terkait pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa. Kami memahami bahwa dalam sistem kelistrikan yang sangat besar, gangguan teknis dapat terjadi. Yang terpenting adalah memastikan proses evaluasi berjalan menyeluruh, langkah perbaikan dilakukan secepat mungkin, dan mitigasi ke depan semakin kuat.”
Menurut Ma'ruf Maulana, gangguan listrik dalam durasi tertentu dapat memengaruhi proses produksi, distribusi barang, hingga jadwal pengiriman kepada pelanggan. Ia menekankan, “Keandalan listrik menjadi salah satu pertimbangan utama investor ketika menentukan lokasi investasi. Kepastian pasokan energi memberikan rasa aman bagi dunia usaha dalam merencanakan ekspansi maupun pengembangan usaha jangka panjang.”
HKI telah mengirim surat kepada Menteri ESDM dengan tembusan kepada Direktur Utama PT PLN (Persero) dan para gubernur di seluruh Indonesia. Surat tersebut mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab gangguan sistem kelistrikan, mencakup pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga kecukupan cadangan daya. HKI juga mendorong penguatan infrastruktur ketenagalistrikan pada kawasan industri strategis agar memiliki tingkat keandalan yang lebih tinggi.
Selain itu, HKI mengusulkan agar kawasan industri memperoleh prioritas penanganan ketika terjadi gangguan sistem. “Kami berharap terdapat mekanisme koordinasi yang lebih cepat antara PLN dan pengelola kawasan industri ketika terjadi gangguan. Informasi yang akurat dan kepastian waktu pemulihan sangat membantu pelaku usaha dalam mengatur operasional mereka,” ujar Ma'ruf Maulana.
HKI juga menekankan perlunya percepatan pengembangan sistem cadangan, peningkatan kapasitas jaringan, pembangunan gardu induk pada kawasan industri yang berkembang pesat, serta pemanfaatan teknologi pemantauan sistem yang semakin modern. Dalam jangka panjang, HKI memandang perlu adanya ruang yang lebih luas bagi pengembangan pembangkit mandiri (captive power), energi baru terbarukan, serta Wilayah Usaha Ketenagalistrikan (Wilus) di kawasan industri tertentu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
“Pertumbuhan industri Indonesia akan terus meningkatkan kebutuhan energi. Karena itu, sistem kelistrikan nasional perlu terus diperkuat agar mampu mengimbangi kebutuhan dunia usaha dan menjaga daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi,” kata Ma'ruf Maulana.
Pihak HKI berharap pemerintah, PLN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mempercepat langkah-langkah penguatan sistem ketenagalistrikan nasional sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik serta mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
13 Juni 2026
Permintaan HKI menyoroti betapa pentingnya keandalan listrik bagi industri. Dengan menuntut evaluasi menyeluruh dan prioritas penanganan, HKI berupaya memastikan bahwa gangguan listrik tidak lagi menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Transmart Full Day Sale 14 Juni: Diskon Gila 50%+20%
PU Rilis 500 Halaman Buku “Menjawab Mandat” 600 Hari Prabowo
Transmart Sale: Diskon 70% peralatan makan hingga 22.00
Transmart Full Day Sale Kembali Hadir Minggu 14 Juni
Transmart Full Day Sale 14 Juni, Diskon 50+20% Kartu Kredit
Transmart Full Day Sale 14 Juni, Diskon 50%+20% Kartu Mega
Berita Terbaru
HKI Minta Penguatan Listrik Nasional untuk Industri
BBPOM Lakukan Pengawasan PKB 2026 Denpasar, Pastikan Aman
Piala Dunia 2026: Qatar–Swiss dan Brasil–Maroko di Surabaya
Bus Trans Jatim Koridor II Malang Raya Beroperasi Oktober
Surabaya: Rumah Lahir Bung Karno & Museum Tjokroaminoto
Depay Belum Fit, Koeman Pertimbangkan Brobbey untuk Jepang
XLSmart Bravo 500 Summit 2026: 500 Pihak Berkumpul di Jakarta
