Hujan Es di Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah, 06 April 2026
Gambar atau konten salah?
Hujan es turun di Kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah pada 06 April 2026. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena ini terjadi saat musim peralihan, sama seperti yang terjadi tahun lalu.
Video yang beredar menampilkan warga mengumpulkan butiran es yang jatuh di pekarangan rumah. Hujan es disertai angin kencang, dan di beberapa titik butiran es menutupi permukaan tanah serta area perkebunan. Warga diminta waspada terhadap cuaca ekstrem.
BMKG menyatakan bahwa Aceh Tengah sering mengalami cuaca ekstrem saat memasuki musim peralihan. Pada periode yang sama, tahun sebelumnya juga terjadi hujan es di wilayah ini.
“Wilayah Aceh Tengah memang trendnya ketika memasuki musim peralihan berpotensi terjadi cuaca ekstrem seperti hujan es. Tahun sebelumnya juga terjadi hujan es di wilayah Aceh Tengah pada periode yang sama yaitu saat musim peralihan,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Miftahul Jannah.
Hujan es dapat terjadi di kecamatan lain di daerah tersebut, biasanya di wilayah dataran tinggi dengan suhu udara yang cukup dingin.
“Hujan es terjadi disebabkan adanya awan cumulonimbus dan kondisi lingkungan di daerah Aceh Tengah identik dengan suhu dingin. Ketika awan cumulonimbus memasuki fase luruh dan butiran es yang terkandung di dalamnya tidak seluruhnya mencair karena kondisi suhu yang dingin dapat menghasilkan hujan es yang jatuh ke permukaan bumi,” jelas Mifta.
Menurutnya, fenomena hujan es ini umumnya terjadi pada masa peralihan musim. Awal musim kemarau di Aceh Tengah diprediksi terjadi antara dasarian 1 hingga dasarian 2 bulan Juni, dan saat ini masih dalam masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau sehingga potensi hujan es masih bisa terjadi.
Warga diingatkan untuk mempersiapkan diri dan menghindari area yang rawan terkena hujan es.
Hujan es di Aceh Tengah menunjukkan bagaimana perubahan suhu dan awan cumulonimbus dapat memicu cuaca ekstrem pada musim peralihan, menyoroti pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi cuaca yang tidak terduga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Berita Terbaru
Ekshibisi AI Kembali Jadi Cabang OSN 2026, Siap Menguji Siswa
Puspresnas Ungkap Foto Soal OSN 2026, Ponsel Diizinkan
IHSG Turun 3,48% di Sesi I, Saham Bank Jatuh Signifikan
Gempa 4,8 M di Manokwari, Papua Barat, Dirasakan MMI II‑III
Prabowo Tegaskan MBG: Tetap Utuh, Tanpa Korupsi, Porsi Aman
Kenaikan Harga Minyakita Tertinggi Disepakati, Waktu Belum
