Hukum Sholat Idul Fitri: Wajib, Sunnah, dan Kifayah

Lina F. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Hukum Sholat Idul Fitri: Wajib, Sunnah, dan Kifayah

Gambar atau konten salah?

Idul Fitri menandai akhir bulan puasa dan membawa makna kebahagiaan serta kembalinya kepada fitrah. Sejak peristiwa kemenangan Muslim di Perang Badar pada 624 M, hari ini menjadi momentum syukur atas keberhasilan ibadah puasa.

Para ulama membagi pendapat mengenai keharusan sholat Idul Fitri menjadi tiga:

  1. Wajib ‘Ain – menegaskan sholat Id harus dilakukan oleh setiap muslim. Pendapat ini didukung oleh mazhab Hanafi dan dalil Nabi yang selalu melaksanakan sholat Id.
  2. Sunnah Muakkadah – menyatakan sholat Id sebagai amalan yang sangat dianjurkan. Pendapat ini mayoritas di kalangan mazhab Syafi’i dan Maliki, dengan dalil hadis tentang lima sholat dalam sehari.
  3. Fardhu Kifayah – menilai sholat Id cukup dipenuhi oleh sebagian, namun tidak wajib bagi semua. Pendapat ini diambil oleh mazhab Hanbali, dengan dalil Al‑Qur’an surat Al‑Kautsar.

Walaupun mayoritas berpendapat sunnah muakkadah, sebagian ulama seperti Syaikh Ibnu Utsaimin dan Syaikh Ibnu Baz menegaskan kewajiban wajib ‘ain, yang didasari perintah Nabi kepada semua kalangan, termasuk wanita.

Tuntunan Bacaan dan Tata Cara Sholat Idul Fitri

Sholat Id terdiri dari dua rakaat. Berikut langkah‑langkahnya:

  1. Niat – “Aku berniat sholat sunnah Idul Fitri dua rakaat untuk Allah.”
  2. Takbiratul Ihram – “Allahu Akbar.”
  3. Doa Iftitah – Doa mengucap puji dan pengakuan kepada Allah.
  4. Takbir 7 kali – “Allahu Akbar” tujuh kali, diikuti dengan bacaan “Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar.”
  5. Al‑Fatihah – Membaca surat Al‑Fatihah.
  6. Surat pendek (Al‑A’la) – Membaca surat pendek yang terpilih.
  7. Ruku’ – Duduk serta berdoa ruku’.
  8. I’tidal – Berdiri kembali dan mengucapkan “Sami’Allahu liman hamidah.”
  9. Sujud pertama dan kedua – Masing‑masing sujud tiga kali, dengan duduk di antara sujud.
  10. Salam akhir – Menutup sholat dengan salam.

Rakaat kedua mengikuti urutan yang sama, dengan takbir 5 kali dan surat pendek (Al‑Ghasiyah).

Amalan Sunnah Selama Idul Fitri

  • Memperbanyak takbir sejak malam terakhir Ramadan hingga pagi 1 Syawal.
  • Berhias dan memakai pakaian terbaik, biasanya putih, menampilkan kebahagiaan.
  • Makan sebelum sholat Id, biasanya kurma dalam jumlah ganjil.
  • Melaksanakan sholat Id bersama keluarga dan teman.
  • Menyaksikan hiburan mubah, seperti pertunjukan tradisional.
  • Bersilaturahmi, mengunjungi tetangga dan kerabat.
  • Memberi ucapan selamat “Taqabbalallahu minna wa minkum.”

Dengan memahami tata cara dan amalan sunnah, pelaksanaan Idul Fitri dapat lebih khusyuk dan sesuai tuntunan agama.

Ringkasan: Idul Fitri menandai akhir puasa dan kembalinya ke fitrah. Tiga pendapat ulama: wajib ‘ain, sunnah muakkadah, dan fardhu kifayah. Sholat Id terdiri dari dua rakaat dengan urutan niat, takbir, doa, takbir 7 kali, Al‑Fatihah, surat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, dan salam. Amalan sunnah meliputi takbir, berpakaian rapi, makan sebelum sholat, silaturahmi, dan ucapan selamat. Semua diharapkan dilakukan dengan penuh kesadaran dan kepatuhan terhadap ajaran Islam.

Sholat Idul FitriHukum SholatSunnah MuakkadahWajib 'AinFardhu KifayahTakbirAmalan SunnahBacaan Sholat

Komentar

Memuat komentar...