Hutan Tritik Nganjuk Temukan Kemenyan Putih Langka
Gambar atau konten salah?
Nganjuk – Hutan lindung di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, ternyata menyimpan 'harta karun' berupa pohon kemenyan putih.
Hutan ini sudah lama dikenal karena temuan fosil gajah purba, fosil kerang, serta gerabah dan guci Cina abad ke-13. Namun, keunikan baru saja muncul ketika anggota Komunitas Pecinta Sejarah dan Ekologi Nganjuk (Kotasejuk) menemukan pohon kemenyan putih secara tidak sengaja pada tahun 2024.
“Di hutan ini sebelumnya sering ditemukan fosil gajah purba, fosil kerang, sampai gerabah dan guci Cina abad ke-13,” ujar anggota Kotasejuk, Suswanto, Jumat (29 Mei 2026). Saat menelusuri hutan, mereka menemukan pohon berukuran besar dengan getah putih mengkilat seperti kristal. “Seperti getah kemenyan. Biasanya yang banyak kemenyan cokelat, tapi ini putih,” tambah Suswanto.
Untuk memastikan jenis tanaman tersebut, sampel kristal getah dibakar. Asap yang keluar mengeluarkan aroma khas kemenyan wangi. Setelah terverifikasi sebagai kemenyan putih, pohon-pohon itu diberi tanda khusus agar tidak ditebang atau dirusak.
Menurut Suswanto, pendataan awal menunjukkan sekitar 300 batang pohon kemenyan putih di hutan lindung Tritik. Semua tumbuh alami dan merupakan tanaman endemik yang sangat langka di Pulau Jawa. Umurnya diperkirakan antara 100 sampai 150 tahun, dan diameter beberapa pohon hampir satu meter.
Suswanto menegaskan bahwa jenis kemenyan lebih banyak ditemukan di Sumatera. Keberadaan kemenyan putih di Jawa dianggap sangat langka. Kotasejuk sudah berkoordinasi dengan Perhutani KPH Nganjuk, karena kawasan tersebut berada di bawah pengelolaan BKPH Tritik. Beberapa pohon bahkan ditemukan dalam kondisi kritis, diduga akibat sengaja dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Baru-baru ini tim dari PeFI (Perhutani Forestry Institute) Cepu sudah turun langsung melakukan penelitian kemenyan putih di hutan Tritik. Kami berharap ada langkah pelestarian yang lebih serius agar tanaman langka tersebut tetap terjaga,” ucap Suswanto.
Di sisi kebijakan, Gunawan Widagdo, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk, menilai bahwa keberadaan kemenyan putih di Hutan Tritik termasuk potensi besar yang layak dikembangkan. “Saya sudah cek sendiri ke lokasi. Jadi ada keunikan di hutan lindung ini, ada tanaman unik kemenyan putih. Bahkan ada fosil kemenyan juga sudah ditemukan di sini. Artinya kemenyan ini sudah ada ratusan bahkan ribuan tahun lalu,” ujar Gunawan, Rabu (27 Mei 2026).
Menurut Gunawan, nilai ekonomi kemenyan sangat tinggi dan selama ini menjadi bahan baku industri parfum dunia. “Ibu-ibu yang pakai parfum bermerek seperti LV, Gucci dan lainnya itu salah satu bahan bakunya dari kemenyan,” ungkapnya. Ia berharap keberadaan kemenyan putih di Nganjuk nantinya bisa menjadi potensi baru di Pulau Jawa, sekaligus mendukung produksi kemenyan nasional yang selama ini didominasi Sumatera. “Harapannya selain Sumatra, nanti di Jawa khususnya Nganjuk juga bisa menjadi penopang produksi kemenyan Indonesia,” pungkas Gunawan.
Keberadaan kemenyan putih di Nganjuk menunjukkan potensi ekonomi dan konservasi yang belum dimanfaatkan sepenuhnya. Dengan perlindungan yang tepat, pohon langka ini dapat menjadi sumber daya alam berharga bagi daerah dan industri parfum global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
