Idul Fitri: Nasi Baik daripada Ketupat untuk Berat Badan

Nurul H. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Idul Fitri: Nasi Baik daripada Ketupat untuk Berat Badan

Gambar atau konten salah?

Bandung. Selama Hari Raya Idul Fitri, ketupat menjadi hidangan yang tak terpisahkan. Namun, banyak yang tetap memilih nasi putih sebagai sumber karbohidrat utama. Meskipun keduanya berasal dari beras, proses pengolahan berbeda memengaruhi nilai gizi.

Perdebatan antara ketupat dan nasi sering muncul. Ada anggapan bahwa ketupat lebih cepat menambah berat badan. Bagaimana kebenarannya?

Menurut dr Oki Yonatan Oentiono, SpGK, PNS, nasi sebenarnya lebih dianjurkan dibanding ketupat. “Pasti mending nasi, karena ketupat makanan olahan ya,” ujarnya.

Selama Lebaran, dr Oki menekankan pentingnya memilih sumber karbohidrat yang tepat. Menu makanan juga harus diperhatikan bila ingin menjaga berat badan.

Ia menambahkan, makan ketupat atau nasi dengan porsi tidak terkontrol tetap dapat mempengaruhi kenaikan berat badan, terutama bila disajikan bersama lauk berkalori tinggi.

Ketika menyantap opor, ia sarankan mengurangi kuah: “Kuahnya jangan terlalu banyak, kulit ayam kalau mungkin tidak dimakan, karena ada lemak.” Porsi nasi juga disesuaikan.

Berlebihan saat Lebaran dapat mengganggu program diet yang sudah dijalankan. “Jika dalam jumlah besar, itu akan menambah berat badan kita, pasti itu,” jelas dr Oki.

Ringkasan: Ketupat dan nasi berasal dari beras, namun proses pengolahannya berbeda. Dr Oki menekankan nasi lebih baik sebagai karbohidrat utama, terutama bila porsi dikontrol. Menu lauk berkalori tinggi, seperti opor, perlu dikurangi kuah dan lemak agar tidak menambah berat badan.

KetupatNasi putihKarbohidratBerat badanDietKaloriSantan

Komentar

Memuat komentar...