IFG Life Tumbuh 8,56% Premi 6,77 Tt di Tahun 2025 Indonesia

Ratna D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 43 dibaca
Bisik.id
IFG Life Tumbuh 8,56% Premi 6,77 Tt di Tahun 2025 Indonesia

Gambar atau konten salah?

PT Asuransi Jiwa IFG, yang dikenal sebagai IFG Life, mencatat pendapatan premi konsolidasian sebesar Rp6,77 triliun pada periode 1 Januari 2025 – 31 Desember 2025. Angka ini naik 8,56 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Ryan Diastana Firman, Direktur Keuangan sekaligus Plt. Direktur Utama IFG Life, menegaskan bahwa pencapaian tersebut menandai efektivitas strategi pengelolaan keuangan perusahaan. Ia juga menyoroti komitmen IFG Life untuk menjaga kepercayaan nasabah melalui tata kelola yang baik dan manajemen risiko yang disiplin.

Menurut keterangan tertulis yang diterbitkan pada 31 Maret 2026, IFG Life telah membayar klaim lebih dari Rp23,4 triliun sejak berdiri pada Oktober 2020 hingga Desember 2025. Ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp4,84 triliun.

Keberhasilan finansial ini turut memperkuat struktur permodalan IFG Life. Risk Based Capital (RBC) perusahaan berada di 202,95 %, jauh di atas ketentuan minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120 %. Selain itu, IFG Life telah memenuhi ambang batas minimum ekuitas industri asuransi jiwa yang ditetapkan OJK, yaitu Rp500 miliar pada tahun 2026 dan Rp1 triliun pada tahun 2028.

Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Negara (BAKN) DPR RI, Herman Khaeron, mengangkat pencapaian IFG Life saat acara Kompas.com Talks bertema “Standar Baru Tata Kelola Asuransi dan Perlindungan Nasabah di Indonesia.” Bersama Herman, hadir juga Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Emira E. Oepangat, serta Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang Otoritas Jasa Keuangan, Sumarjono.

Herman menyatakan, “IFG Life sekarang kan sudah disebutkan mulai mendapatkan keuntungan. Artinya masyarakat percaya dengan pengelolaan asuransi kepada IFG (Life). Mudah‑mudahan dengan pengelolaan yang baik ini akan memberikan kepercayaan publik kepada industri asuransi lainnya.” Ia menilai kinerja IFG Life sudah menjadi patokan kepercayaan publik terhadap industri asuransi dan berharap kepercayaan tersebut dapat terus dijaga.

Herman menekankan bahwa kunci kepercayaan publik terhadap IFG Life terletak pada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan. Ia menegaskan bahwa baik IFG Life maupun perusahaan asuransi lainnya harus realistis dalam menawarkan keuntungan kepada pembeli polis. Menurut Herman, “tawaran keuntungan berlebihan kepada pemilik polis dapat berujung masalah di kemudian hari ketika perusahaan asuransi gagal mewujudkan keuntungan yang dijanjikan tersebut.” Ia menambahkan bahwa usaha tersebut memiliki batas atas dan batas bawah, dan dalam situasi politik serta keamanan global yang tidak menentu saat ini, asuransi tidak boleh menawarkan hal yang sulit diwujudkan.

Herman berharap IFG Life dapat terus berkembang seiring tata kelola yang terus membaik. Ia percaya bahwa industri asuransi tidak akan berkembang bila tata kelola tidak memadai, mengingat industri ini bersifat kepercayaan. Masyarakat tidak akan mempercayakan uang dan masa depan kepada pihak yang tidak memiliki prinsip tata kelola yang benar.

Secara keseluruhan, IFG Life menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan kepatuhan terhadap regulasi OJK. Pencapaian ini menegaskan posisi perusahaan sebagai pemain utama di pasar asuransi jiwa Indonesia, sekaligus menguatkan kepercayaan publik terhadap industri asuransi secara keseluruhan.

Pendapatan premi konsolidasianTata kelola asuransiRisk Based Capital (RBC)Kepercayaan publikOtoritas Jasa Keuangan (OJK)Pertumbuhan stabilIndustri asuransi jiwa Indonesia

Komentar

Memuat komentar...