IGRS tidak lagi tampil di Steam, Komdigi menuntut klarifikasi

Hendra M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 137 dibaca
Bisik.id
IGRS tidak lagi tampil di Steam, Komdigi menuntut klarifikasi

Gambar atau konten salah?

IGRS (Indonesia Gaming Rating System) yang dulu muncul di halaman game Steam kini tidak lagi terlihat. Pada Senin, 6 April 2026, hanya label PEGI yang tersisa di situs tersebut.

Komisi Komdigi mengeluarkan pernyataan bahwa rating tersebut tidak berasal dari klasifikasi resmi. "Rating yang beredar berasal dari mekanisme internal berbasis self-declare oleh platform Steam. Rating tersebut belum melalui proses verifikasi resmi sesuai ketentuan Indonesia," tegas Komdigi di media sosialnya.

Menurut pernyataan resmi, pemerintah akan segera meminta klarifikasi dari pihak Steam. Gamer di Indonesia masih menunggu hasil diskusi antara kedua belah pihak.

Masalah ini tidak muncul begitu saja. Penerapan IGRS di Steam sebelumnya memicu protes di kalangan gamer. Banyak yang menilai ada ketidaksesuaian antara isi game dan rating yang diberikan.

Contohnya, game dengan konten dewasa berlabel 3+, sementara judul ringan malah mendapat 18+. Kegelisahan ini menyebar luas di media sosial. Banyak orang tua menganggap sistem ini membingungkan dan berpotensi menyesatkan.

IGRS dirancang sebagai sistem klasifikasi usia untuk permainan digital di Indonesia. Tujuannya memberi informasi tentang konten dalam game, sehingga pemain, khususnya anak, dapat memilih game sesuai usia mereka.

Dalam sistem ini, game dikategorikan berdasarkan unsur seperti kekerasan, bahasa, unsur seksual, horor, dan simulasi perjudian. Hasil penilaian menentukan kategori usia yang diperbolehkan bermain.

Usia yang tersedia di IGRS meliputi all ages, 3+, 7+, 13+, dan 18+. Komdigi berharap klasifikasi ini membantu orang tua dan pemain memahami konten sebelum bermain.

Menurut situs Komdigi, IGRS pertama kali diluncurkan pada 2016 dalam acara BEKRAF Game Prime. Sistem ini merupakan pelaksanaan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 11 Tahun 2016 tentang Klasifikasi Permainan Interaktif Elektronik.

Komdigi memperkenalkan kembali IGRS pada acara Indonesia Game Developer Business & Conference 2025 di Bali, Oktober 2025. Langkah ini mendukung Peraturan Pemerintah TUNAS Nomor 17 Tahun 2025, yang menekankan privasi, keamanan data, dan literasi digital keluarga.

Situasi ini menyoroti pentingnya verifikasi resmi dalam klasifikasi game. Tanpa proses tersebut, label dapat menyesatkan konsumen dan menimbulkan ketidakpercayaan di kalangan gamer. Hasil klarifikasi antara Komdigi dan Steam akan menjadi penentu apakah IGRS dapat kembali tampil di platform tersebut.

IGRSKomdigiSteamPEGIverifikasi resmiklasifikasi gamegamer

Komentar

Memuat komentar...