IHSG 17 April 2024: Kenaikan Tipis 0,17% ke 7.634 Tegak

Ani R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
IHSG 17 April 2024: Kenaikan Tipis 0,17% ke 7.634 Tegak

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pada 17 April 2024 dengan kenaikan tipis 0,17%, mencapai 7.634. Peningkatan ini didorong oleh saham BREN (+4,74%), ASII (+2,82%) dan BBRI (+0,59%). Sebaliknya, BBCA turun 1,53%, DSSA 0,91% dan BRPT 1,76%, menahan momentum indeks.

Aktivitas investor asing tetap menekan pasar. Nilai bersih penjualan keluar mencapai Rp 746,08 miliar di pasar reguler dan Rp 931,44 miliar secara keseluruhan. Sementara itu, 7 dari 11 sektor menutup di zona hijau. Sektor properti mencatat kenaikan tertinggi 1,98%, sedangkan sektor consumer cyclical mengalami penurunan terdalam 0,46%.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat menunjukkan pergerakan kompak. Dow Jones naik 1,79% ke level 49.447, S&P 500 bertambah 1,20% ke 7.126, dan Nasdaq menguat 1,52% ke 24.468. Meskipun demikian, para pelaku pasar tetap memperhatikan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran setelah penyitaan kapal kargo berbendera Iran. Kondisi ini dapat memengaruhi pergerakan pasar ke depan.

Indeks offshore Indonesia menunjukkan variasi. ETF EIDO naik 1,97%, sementara MSCI Indonesia cenderung datar dengan koreksi tipis 0,08%.

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) melaporkan kerugian bersih sebesar Rp 392,24 miliar sepanjang 2025, lebih rendah dibandingkan Rp 798,24 miliar pada tahun sebelumnya. Pendapatan tetap stagnan di Rp 4,88 triliun atau naik tipis 0,11% YoY. Beban pokok penjualan berhasil ditekan 1,96% menjadi Rp 1,99 triliun. Tren kerugian ini berlanjut sejak 2020. Untuk merespons kondisi tersebut, FAST menutup 25 gerai, sehingga total gerai tersisa 690 pada 2025. Perusahaan juga berupaya menjaga kinerja melalui optimalisasi portofolio produk dan penguatan menu utama sebagai strategi mempertahankan daya saing.

PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menetapkan dividen final sebesar Rp 117 per saham. Total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai Rp 262,14 per saham, termasuk dividen interim Rp 145,14. Nilai total dividen yang dibagikan mencapai Rp 7,57 triliun atau setara USD 447,5 juta. Sepanjang 2025, ADRO mencatatkan pendapatan sebesar USD 1,87 miliar, turun 9,87% dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi utama masih berasal dari segmen pertambangan dan jasa pertambangan. Laba bersih juga mengalami penurunan signifikan 67,56% menjadi USD 447,69 juta, seiring pelemahan harga batu bara global. Meski kinerja menurun, perseroan tetap membagikan seluruh laba sebagai dividen. Jadwal cum dividen ditetapkan pada 27 April, sementara pembayaran akan dilakukan pada 8 Mei.

Rekomendasi saham hari ini:

  • SCMA – Buy 300‑308 | TP 314‑320 | SL 284
  • DKFT – Buy 805‑820 | TP 840‑860 | SL 760
  • SMSM – Buy 1785‑1795 | TP 1815‑1840 | SL 1710
  • BDMN – Buy 2530‑2560 | TP 2620‑2640 | SL 2440
  • ACES – Buy 370‑376 | TP 382‑388 | SL 348

Disclaimer: Semua analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia menunjukkan pergerakan yang relatif stabil pada akhir pekan ini. Kenaikan indeks kecil didukung oleh saham-saham unggulan, sementara tekanan jual dari investor asing tetap terasa. Di sisi global, ketegangan geopolitik menambah ketidakpastian, meskipun indeks utama di AS tetap menguat. Perusahaan-perusahaan besar seperti FAST dan ADRO tetap fokus pada strategi pengelolaan biaya dan distribusi dividen, meski menghadapi tantangan keuangan. Investor dapat memperhatikan rekomendasi saham yang disajikan, namun keputusan akhir harus didasarkan pada analisis risiko pribadi masing-masing.

IHSGBRENASIIFASTADROgeopolitik AS‑IranDow Jones

Komentar

Memuat komentar...