IHSG 29 Mei 2026 Turun 0,05% Tergerus Penjualan Asing Indonesia
Gambar atau konten salah?
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 29 Mei 2026 tetap terbatas. IHSG menutup turun tipis 0,05 % ke level 6.127,38 di tengah aksi jual kuat investor asing dan penyesuaian portofolio rebalancing MSCI.
Pergerakan ini dipicu oleh kenaikan kuat saham PT Barito Renewables Energy Tbk (+25,00 %), PT Barito Pacific Tbk (+24,76 %) dan PT Petrosea Tbk (+24,87 %). Sebaliknya, penurunan saham PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menjadi pemberat terbesar indeks.
Investor asing mencatat jual bersih sekitar Rp8,36 triliun di pasar reguler dan Rp8,52 triliun di seluruh pasar. Dari sisi sektor, lima dari sebelas indeks sektoral berakhir di zona merah. Sektor kesehatan mencatat koreksi terdalam sebesar 1,49 %, sementara sektor industri dasar menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi sebesar 2,65 %.
Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat menutup menguat. Dow Jones naik tipis 0,09 %, S&P 500 bertambah 0,26 %, dan Nasdaq menguat 0,42 %. Pelaku pasar domestik tetap memantau potensi lanjutan arus dana keluar setelah rebalancing MSCI. Kebijakan sentralisasi ekspor dan kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi likuiditas pasar. Indeks MSCI Indonesia turun 1,26 %, sedangkan ETF Indonesia (EIDO) justru naik 1,02 %.
BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) melaporkan pendapatan kuartal I‑2026 sebesar US$318,18 juta, turun 9,57 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$351,88 juta. Perseroan menekan beban pokok pendapatan hingga 15,45 % menjadi US$317,88 juta. Efisiensi tersebut berdampak pada perbaikan kinerja operasional. Rugi bersih DOID menyusut menjadi US$24,28 juta dari sebelumnya US$70,40 juta pada kuartal I‑2025. EBITDA meningkat 98 % menjadi US$28 juta dengan margin EBITDA naik ke 11 %, dibandingkan 5 % pada periode yang sama tahun lalu.
Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan melaksanakan penambahan modal melalui rights issue sebanyak 89,92 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp53 per saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan perolehan dana sekitar Rp4,76 triliun. Sebagian besar dana, yakni sekitar Rp4,36 triliun, akan disalurkan kepada anak usaha PT Bakrie Toll Indonesia (BTI) untuk menyelesaikan kewajiban kepada Hartman International Pte. Ltd. dan Bank Nobu. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja PT Bakrie Construction, penyertaan modal ke PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) terkait pembangunan rest area Tol Cimanggis‑Cibitung, serta kebutuhan operasional perusahaan. Rights issue dilakukan dengan rasio 14 HMETD untuk setiap 27 saham lama. Perdagangan HMETD dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni hingga 13 Juli 2026. Dua pemegang saham utama BNBR, yakni Port Fraser International Ltd dan Fountain City Investment Ltd, memutuskan tidak mengambil bagian dalam pelaksanaan HMETD dan mengalihkan haknya kepada PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). BCI juga bertindak sebagai pembeli siaga yang siap menyerap saham yang tidak diambil pemegang saham lain hingga seluruh target penerbitan saham baru. Pemegang saham yang tidak menggunakan haknya berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan hingga maksimal 34,15 %.
Merck Tbk (MERK) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp275 per saham untuk tahun buku 2025. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp123,20 miliar atau setara 51,51 % dari laba bersih tahun berjalan. Keputusan tersebut didukung oleh pertumbuhan kinerja sepanjang 2025. MERK membukukan pendapatan sebesar Rp1,20 triliun, naik 15,82 % dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih juga meningkat 58,95 % menjadi Rp243,90 miliar, sementara laba per saham naik menjadi Rp544 dari Rp343 pada tahun sebelumnya. Dengan harga penutupan saham di level Rp3.900 pada 29 Mei 2026, imbal hasil dividen MERK tercatat sekitar 7,05 %. Jadwal cum dividen ditetapkan pada 5 Juni 2026, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 24 Juni 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
- AADI – Buy 8300‑8350 | TP 8500‑8600 | SL 7825
- BRPT – Buy 1915‑1925 | TP 1960‑1980 | SL 1810
- CUAN – Buy 620‑630 | TP 650‑670 | SL 590
- KPIG – Buy 92‑94 | TP 96‑98 | SL 87
- MBMA – Buy 470‑474 | TP 490‑498 | SL 444
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
Pergerakan pasar pada 29 Mei 2026 menunjukkan ketidakpastian di antara aksi jual investor asing dan kenaikan saham-saham tertentu. Kinerja perusahaan seperti DOID, BNBR, dan MERK menunjukkan peningkatan efisiensi dan laba, sementara kebijakan rebalancing MSCI dan sentralisasi ekspor menambah ketidakpastian likuiditas. Investor perlu memperhatikan dinamika sektor dan kebijakan fiskal yang dapat memengaruhi arus dana keluar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
