IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot

Dewi M. · 3 min baca · 1 jam lalu · 39 dibaca
Bisik.id
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot

Gambar atau konten salah?

Pada hari Rabu, 03 Juni 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup di zona negatif setelah turun 4,11% menjadi 5.941,07. Penurunan ini didorong oleh aksi jual besar pada saham BBCA, BBRI, dan AAMN, sementara saham CASA, DSSA, dan BYAN menjadi penopang utama. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp864,07 miliar di pasar reguler, dan total aksi jual bersih di seluruh pasar mencapai Rp993,29 miliar.

Semua sektor saham mengalami penurunan. Sektor industri dasar mencatat penurunan paling dalam, turun 9,05%. Sektor lain juga melemah, menandakan tekanan yang meluas di pasar domestik.

Sentimen eksternal tidak memberikan dukungan. Bursa saham Amerika Serikat menutup melemah: Dow Jones turun 1,21%, S&P 500 turun 0,74%, dan Nasdaq turun 0,89%. Instrumen offshore Indonesia juga melemah, ETF EIDO turun 4,99% dan MSCI Indonesia turun 4,10%.

Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menetapkan target pertumbuhan yang cukup tinggi untuk tahun 2026. Perusahaan menargetkan pendapatan sebesar Rp70 triliun, meningkat signifikan dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp44,55 triliun. Laba bersih juga ditargetkan berada di kisaran Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp979,6 miliar. Untuk mendukung target tersebut, HRTA menargetkan produksi dan penjualan emas murni mencapai 25 ton hingga akhir 2026. Perseroan juga meningkatkan kapasitas pabrik terintegrasi dari 48 ton menjadi 60 ton per tahun, terdiri atas 30 ton untuk produksi perhiasan dan bullion serta 30 ton untuk kegiatan pemurnian emas. Langkah ini bertujuan mengakomodasi peningkatan permintaan sekaligus memperkuat kapasitas produksi perusahaan.

Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) memutuskan membagikan dividen tunai final sebesar Rp31 per saham untuk tahun buku 2025. Total dana yang dialokasikan mencapai Rp210,62 miliar atau setara sekitar 59,93% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Besaran dividen tersebut telah memperhitungkan pelaksanaan pembelian kembali saham yang dilakukan perusahaan sepanjang Desember 2025 hingga Maret 2026 dengan total 57,72 juta saham. Jadwal cum dividen ditetapkan pada 9 Juni 2026, sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 26 Juni 2026. Pembagian dividen ini didukung oleh pertumbuhan kinerja perseroan sepanjang 2025: pendapatan JTPE meningkat 31,54% menjadi Rp2,78 triliun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 47,69% menjadi Rp351,45 miliar, dan laba per saham meningkat menjadi Rp51,29 dibandingkan Rp34,73 pada tahun sebelumnya.

Alkindo Naratama Tbk (ALDO) berencana melaksanakan program pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp10 miliar. Dana untuk aksi korporasi tersebut akan berasal dari kas internal perusahaan. Per akhir Maret 2026, ALDO memiliki saldo kas sebesar Rp53,74 miliar. Jika seluruh dana buyback digunakan, saldo kas perseroan diperkirakan menjadi sekitar Rp43,74 miliar. Perusahaan juga memperkirakan total aset dan ekuitas akan menyesuaikan seiring pelaksanaan program tersebut. Mengacu pada ketentuan yang berlaku, jumlah saham yang dapat dibeli kembali dibatasi maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, termasuk saham treasuri yang telah dimiliki perusahaan. Hingga 31 Maret 2026, ALDO tercatat memiliki saham treasuri sebanyak 5,30 juta lembar atau sekitar 0,20% dari total saham beredar. Program buyback direncanakan berlangsung mulai 24 Juni 2026 hingga 23 Juni 2027.

Dalam jangka pendek, perhatian pelaku pasar masih akan tertuju pada pergerakan nilai tukar rupiah, perkembangan kondisi pasar keuangan global, serta potensi perubahan aliran dana asing yang dipengaruhi evaluasi sejumlah indeks global.

  • MSIN - Buy 448-450 | TP 466-474 | SL 426
  • SICO - Buy 108-110 | TP 112-114 | SL 103
  • BREN - Buy 4100-4130 | TP 4220-4330 | SL 3900
  • KPIG - Buy 91-93 | TP 96-98 | SL 87
  • BMRI - Buy 3950-3970 | TP 4000-4050 | SL 3850

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

Pergerakan pasar pada 03 Juni 2024 menunjukkan tekanan berkelanjutan di sektor domestik dan global. Target pertumbuhan besar dari beberapa emiten menandakan ekspektasi positif, sementara program buyback dan dividen menambah dinamika. Investor tetap harus memperhatikan nilai tukar, kondisi keuangan global, dan aliran dana asing dalam membuat keputusan investasi.

IHSGBBCAHRTAJTPEALDOpenurunanbuyback

Komentar

Memuat komentar...