IHSG Naik 1,44% di Mei, Pasar Modal Menarik Investor

Putri N. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 111 dibaca
Bisik.id
IHSG Naik 1,44% di Mei, Pasar Modal Menarik Investor

Gambar atau konten salah?

Friderica Widyasari Dewi, ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, lebih akrab dipanggil Kiki. Pada konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Gedung Bank Indonesia, ia mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan penguatan pada bulan Mei.

Ia menegaskan, "IHSG menguat 1,44% ke level 7.057,11 pada 5 Mei 2026." Angka tersebut mencerminkan kenaikan 1,44% dari awal bulan, menutup pada 7.057,11 poin.

Kiki menambahkan, "IHSG menunjukkan tren perbaikan di tengah dinamika global hari ini." Meski demikian, ia tidak menyembunyikan fakta bahwa IHSG mengalami koreksi sebesar 18,49% sepanjang tahun 2026.

Di ruang pers, ia berkata, "Memasuki bulan Mei 2026, IHSK menunjukkan tren penguatan, dan per 5 Mei kemarin ditutup pada level 7.057,11, sehingga indeks telah berapresiasi sebesar 1,44% secara month to date." Pernyataan ini diucapkan pada 07 Mei 2026.

Selanjutnya, Kiki menyoroti hasil pengumpulan dana di pasar modal domestik. Ia menyebut, "Nilai penghimpunan dana di pasar modal sudah mencapai Rp 59,35 triliun secara year to date. Capaian ini tentu saja menunjukkan terjaganya minat fundraising di pasar modal Indonesia." Dari total tersebut, penerbitan obligasi dan sukuk menjadi kontributor utama, mencapai Rp 58,92 triliun.

Ia juga mengungkapkan pertumbuhan investor. Menurutnya, "Jadi ini juga membuktikan confidence ya terhadap pasar modal Indonesia dengan banyak masuknya investor-investor ritel domestik di pasar modal Indonesia." Hingga 5 Mei 2026, tercatat 24,7 juta investor SID.

Secara keseluruhan, pernyataan Kiki menekankan bahwa pasar modal Indonesia tetap menarik bagi investor, meski menghadapi koreksi tahunan. Data pengumpulan dana dan jumlah investor yang terus bertambah menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap instrumen keuangan domestik.

IHSGKikiPasar modal IndonesiaPengumpulan danaObligasiSukukInvestor ritel

Komentar

Memuat komentar...