IHSG Tertekan 1,95%, Mayoritas Sektor Melemah pada Senin
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan pada tanggal 14 Oktober 2023. IHSG turun 1,95% ke angka 8.066,52, dipengaruhi oleh aksi jual dari investor asing dan penurunan di hampir semua sektor.
Berdasarkan riset dari Mega Capital Sekuritas, pada 15 Oktober 2023, saham-saham seperti DSSA (+2,09%), FILM (+13,93%), dan ENRG (+8,54%) menunjukkan kinerja terbaik, sementara BBRI (-3,01%), BRPT (-6,41%), dan CUAN (-13,00%) menjadi penyebab utama penurunan indeks. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih sebesar Rp 1,32 triliun di pasar reguler dan Rp 1,36 triliun di seluruh pasar.
Dari segi sektor, 10 dari 11 sektor mengalami penurunan, dengan sektor transportasi mengalami penurunan terbesar sebesar 3,99%. Hanya sektor properti yang berhasil bertahan dengan sedikit kenaikan sebesar 0,03%.
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa fasilitas PPN DTP 100% untuk pembelian properti residensial baru akan diperpanjang hingga 31 Desember 2027. Fasilitas ini berlaku untuk rumah dengan harga jual maksimum Rp 5 miliar dan dasar pengenaan pajak hingga Rp 2 miliar. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pembangunan hingga 40.000 unit properti per tahun, memberikan peluang bagi emiten seperti BSDE, CTRA, MTLA, SMRA, dan PWON.
Pani telah menetapkan harga pelaksanaan rights issue di angka Rp 15.000 per saham, dengan target dana mencapai Rp 16,73 triliun dari penerbitan 1,12 miliar saham baru.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
- INDY - Beli di 2330-2360 | Target Price 2420-2470 | Stop Loss 2150
- SOLA - Beli di 154-157 | Target Price 160-166 | Stop Loss 142
- INET - Beli di 288-294 | Target Price 304-310 | Stop Loss 270
- CYBR - Beli di 1240-1260 | Target Price 1285-1305 | Stop Loss 1170
- NCKL - Beli di 1180-1195 | Target Price 1215-1235 | Stop Loss 1100
Setiap analisis dan rekomendasi dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya tergantung pada masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.
IHSG mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah. Dengan kebijakan baru pemerintah, diharapkan ada pertumbuhan di sektor properti yang dapat memengaruhi pasar saham secara keseluruhan. Investor perlu tetap waspada dan bijak dalam mengambil keputusan investasi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
Grab Tegaskan Tidak Keluar Indonesia, Tetap Komitmen Lanjut
Kimia Farma Menunggu Arahan Bio Farma, Danantara Siap Pisahkan
KAI Siap Luncurkan Kereta Wisata Premium Nusantara Explorer
Kimia Farma Balikkan Kerugian, Capai Laba Rp123,63 Miliar
Prabowo Ganti Pimpinan BGN, Tegaskan Tanpa Toleransi Korupsi
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
