IHSG Tertekan, OJK Perkenalkan 8 Langkah Revisi Pasar Modal
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat setelah mendapat peringatan soal transparansi dari beberapa penyedia indeks saham global, seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pada periode yang sama, lembaga pemeringkat juga memangkas outlook bagi perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah menanggapi berbagai peringatan tersebut. Untuk pasar modal, OJK bersama organisasi pengatur sendiri (SRO) telah mencanangkan delapan langkah reformasi. Langkah-langkah ini telah disampaikan kepada penyedia indeks global, termasuk MSCI dan FTSE Russell, beberapa waktu lalu.
“Semua proposal kita sudah kita sampaikan dan kita deliver, kita sampaikan kepada publik dan ini memberikan harapan baru,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, dalam acara Outlook Indonesia Peran Penggerak Ekonomi Nasional di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa, 07 April 2026.
IHSG saat ini berada di bawah level 7.000, namun indeks utama pasar modal domestik seperti LQ45 hingga IDX30 menunjukkan pertumbuhan yang lebih sehat. OJK menegaskan peningkatan kualitas pasar modal dengan menjatuhi sejumlah sanksi kepada pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, mulai dari manipulasi pasar hingga penawaran umum perdana (IPO) yang tidak sesuai ketentuan. OJK menegaskan tidak akan pandang bulu dalam menjatuhkan sanksi.
“Sekarang kita melihat sudah paralel dan berbagai perbaikan yang kita lakukan, tentu kita antisipasi, mungkin ada penyesuaian di indeks kita. Nggak apa-apa, karena kita akan melihat bagaimana perbaikan-perbaikan itu justru memberikan optimisme ke depan,” jelasnya.
Di sektor keuangan, perbankan Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan yang kuat. Hingga Februari 2026, kredit perbankan tumbuh 9,37% secara bulanan. Pertumbuhan kredit korporasi naik mencapai 14,74% secara tahunan. Risiko kredit macet (NPL) gross berada di level 2,17%, dengan posisi net di 0,83% per Februari 2026. Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 27,40%.
“Kalau kita melihat dari berbagai krisis yang ada, stabilitas sektor keuangan akan sangat ditentukan oleh fundamental daya ekonomi maupun sektor jasa keuangan,” tambahnya.
Fitch Rating menurunkan outlook untuk tiga bank BUMN menjadi negatif pada 09 Maret 2026. Sementara Moody's Ratings menurunkan outlook menjadi negatif bagi lima bank BUMN dan swasta yang sebelumnya stabil.
Di segmen industri multifinance, pertumbuhan pembiayaan ke sektor kendaraan listrik dan hybrid terlihat positif, dengan NPF stabil di posisi 2,79%.
OJK memandang optimistis target pertumbuhan kredit jasa keuangan RI sebesar 12% di tengah tekanan ketidakpastian global. Optimisme ini didukung oleh strategi penguatan pembiayaan di sektor UMKM dan program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta pembangunan 3 juta rumah.
“Intinya kalau kita tarik semuanya, kita cukup yakin di 2026 ini kita bisa mencapai target tersebut,” pungkasnya.
Outlook Indonesia dipersembahkan oleh Komisi XI DPR RI, didukung oleh Danantara Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, OJK, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Dengan langkah-langkah reformasi yang telah diimplementasikan, OJK berusaha menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal. Meskipun IHSG masih berada di bawah 7.000, indikator lain menunjukkan bahwa pasar domestik menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil. Perbankan tetap kuat, meski beberapa lembaga pemeringkat menurunkan outlook. Fokus pada UMKM dan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mendorong pertumbuhan kredit dan menstabilkan sektor keuangan di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
