IHSG turun 0,32%, saham energi tertekan, basic industry naik

Wulan M. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
IHSG turun 0,32%, saham energi tertekan, basic industry naik

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup turun 0,32% ke posisi 7.106,52 pada perdagangan Senin, 27 April 2024. Beberapa saham masih menguat, seperti AMMN yang melesat 8,00%, APIC naik 15,63%, dan EMAS menguat 4,30%. Namun, tekanan pasar tidak dapat diatasi. Saham DSSA turun 8,66%, diikuti ASII melemah 3,16% dan BMRI terkoreksi 2,22%.

Investor asing turut menambah tekanan dengan mencatatkan jual bersih sebesar Rp2,01 triliun di pasar reguler dan Rp2,04 triliun di seluruh pasar. Sektor energi mengalami penurunan terdalam sebesar 1,21%, sementara sektor basic industry justru mencatatkan penguatan tertinggi 1,48%.

Di pasar global, indeks saham Amerika Serikat menutup dengan pergerakan campuran. Dow Jones turun tipis 0,13% ke level 49.167, S&P 500 naik 0,12% ke 7.173, dan Nasdaq menguat 0,20% ke 24.887. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa komunikasi dengan MSCI berjalan konstruktif. OJK berencana menjalin koordinasi lanjutan dengan World Bank dan IFC guna memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Meski begitu, indeks ETF EIDO dan MSCI Indonesia masih mencatat pelemahan masing-masing 0,85% dan 0,98%.

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) menargetkan pendapatan mencapai Rp20 triliun pada 2026 dengan laba bersih minimal Rp2 triliun. Target tersebut didukung rencana penjualan domestik sekitar 1,2 juta ton per tahun. Perseroan juga melakukan langkah pembenahan internal, termasuk menyiapkan dukungan pendanaan awal sebesar Rp5 triliun untuk memperkuat struktur keuangan dan modal kerja. Skema pembiayaan dengan bunga yang lebih kompetitif diharapkan dapat menekan beban bunga yang sebelumnya berada di kisaran 20–25%. Pergerakan saham KRAS saat ini masih berada dalam rentang terbatas di kisaran Rp290 hingga Rp314.

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp390,31 miliar atau Rp70 per saham, setara dengan 68% dari laba bersih Rp573,27 miliar. Sebelumnya, perseroan telah menyalurkan dividen interim Rp192,96 miliar atau Rp35 per saham. Dengan demikian, sisa dividen final yang akan dibagikan mencapai Rp197,30 miliar atau Rp35 per saham. Kinerja DKFT sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan, dengan penjualan naik 7,53% menjadi Rp1,57 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh penjualan nikel yang tumbuh 7,87% menjadi Rp1,51 triliun dan menyumbang 96,38% terhadap total pendapatan. Laba bersih juga meningkat dari Rp411,95 miliar menjadi Rp573,27 miliar, sejalan dengan kenaikan laba per saham (EPS) menjadi 104,01 dari sebelumnya 66,41. Jadwal cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 30 April 2024, sementara pembayaran dividen final direncanakan pada 12 Mei 2024.

Rekomendasi Saham Hari Ini: AMMN - Buy 5325-5400 | TP 5550-5650 | SL 5025; ARCI - Buy 1665-1680 | TP 1715-1770 | SL 1580; ESIP - Buy 116-118 | TP 121-125 | SL 110; CYBR - Buy 1240-1250 | TP 1280-1325 | SL 1175; DEWI - Buy 128-130 | TP 133-135 | SL 121.

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Pasar saham Indonesia menunjukkan volatilitas pada akhir April, dengan IHSG menurun meski beberapa saham utama menguat. Sektor energi tetap tertekan, sementara basic industry menampilkan kinerja terbaik. Di tingkat global, indeks AS bergerak campuran, dan OJK terus berupaya memperkuat kepercayaan pasar melalui koordinasi dengan lembaga internasional. PT Krakatau Steel dan PT Central Omega Resources menampilkan strategi keuangan yang bertujuan memperkuat struktur modal dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Investor yang mengikuti rekomendasi saham hari ini dapat menilai peluang beli dan target keuntungan berdasarkan rentang harga yang disarankan.

IHSGOJKPT Krakatau SteelPT Central Omega Resourcessektor energisektor basic industryMSCI Indonesia

Komentar

Memuat komentar...