IHSG Turun 0,46% di Zona Negatif, Beli Rp717 Miliar

Kartika D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 52 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 0,46% di Zona Negatif, Beli Rp717 Miliar

Gambar atau konten salah?

IHSG menutup perdagangan Selasa, 21 April 2024 di zona negatif, turun 0,46% ke posisi 7.559,38. Pergerakan indeks didukung oleh penguatan saham seperti BRPT, EMAS, dan BMRI. Penurunan tajam pada DSSA, diikuti BBRI dan BREN, menjadi faktor penekan utama laju indeks. Di tengah pelemahan tersebut, investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp243,21 miliar di pasar reguler dan Rp473,93 miliar di seluruh pasar. Secara sektoral, hanya dua sektor yang terkoreksi, dengan sektor energi mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,02%. Sementara sektor industri justru memimpin penguatan dengan kenaikan 2,58%.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat juga berakhir di zona merah. Indeks Dow Jones melemah 0,59% ke level 49.149, diikuti S&P 500 yang turun 0,63% ke 7.064 dan Nasdaq yang terkoreksi 0,59% ke posisi 24.259. Sentimen pasar dipengaruhi kekhawatiran pelaku pasar atas ketidakpastian hubungan antara AS dan Iran. Meski begitu, Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang masa gencatan senjata selama dua minggu. Di sisi lain, indikator pasar Indonesia di luar negeri turut melemah, tercermin dari ETF EIDO yang turun 1,23% dan MSCI Indonesia yang terkoreksi 1,08%.

PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) mencatatkan lonjakan kinerja sepanjang 2025. Laba bersih perseroan meningkat signifikan menjadi Rp29,32 miliar dari Rp3,32 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan naik tipis menjadi Rp5,44 triliun, dengan beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan menjadi Rp4,94 triliun. Manajemen SIPD menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10–15% pada 2026, dengan proyeksi peningkatan laba sebelum pajak di kisaran 30–40%. Untuk mencapai target tersebut, perseroan mengandalkan inovasi produk serta optimalisasi fasilitas produksi di Nganjuk yang saat ini memiliki tingkat utilisasi sekitar 70%. Dari sisi pergerakan harga, saham SIPD masih berada dalam rentang konsolidasi di kisaran Rp960 hingga Rp1.085.

PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp89,88 miliar atau setara Rp16 per saham untuk tahun buku 2025. Nilai ini mencerminkan separuh dari laba bersih yang dibukukan perseroan sebesar Rp179,44 miliar, yang juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja KEJU didorong oleh pertumbuhan penjualan yang mencapai Rp1,50 triliun, naik dari Rp1,26 triliun pada 2024. Peningkatan ini didukung oleh permintaan pasar yang menguat serta peluang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, perseroan juga menetapkan cadangan wajib sebesar Rp200 juta dan cadangan umum Rp89,35 miliar. Jadwal cum dividen ditetapkan pada 1 Mei 2024, sementara pembayaran dividen akan dilakukan pada 13 Mei 2024.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • BWPT – Buy 136–139 | TP 142–146 | SL 128
  • BUMI – Buy 244–246 | TP 250–258 | SL 230
  • BMRI – Buy 4.680–4.700 | TP 4.770–4.870 | SL 4.490
  • IATA – Buy 88–91 | TP 93–96 | SL 82
  • GZCO – Buy 240–246 | TP 250–258 | SL 228

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Pergerakan indeks dan saham di Indonesia mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh faktor domestik dan global. Kinerja perusahaan seperti SIPD dan KEJU menunjukkan pertumbuhan yang kuat, sementara investor asing tetap aktif membeli saham meski indeks menurun. Rekomendasi saham menyoroti peluang di beberapa perusahaan dengan target harga dan stop loss yang realistis. Investor disarankan untuk menilai risiko dan tujuan keuangan pribadi sebelum mengambil keputusan.

IHSGsahamindeksinvestor asingsektor energisektor industripasar global

Komentar

Memuat komentar...