IHSG Turun 0,48% ke 7.072,39, Asing Besar Pada 28 April

Bambang W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 0,48% ke 7.072,39, Asing Besar Pada 28 April

Gambar atau konten salah?

IHSG menutup perdagangan pada 28 April 2024 dengan penurunan 0,48% menjadi 7.072,39. Pergerakan saham beragam: CASA naik 12,03%, diikuti SMMA 3,57% dan BBRI 0,66%. Sementara itu, AMMN turun 5,09%, DSSA 4,34% dan TPIA 3,48%.

Aliran dana menunjukkan tekanan dari investor asing. Mereka mencatatkan jual bersih sekitar Rp1,24 triliun di pasar reguler dan Rp2,35 triliun di seluruh pasar. Hal ini menambah ketidakpastian di pasar saham.

Secara sektoral, mayoritas sektor mengalami pelemahan. Delapan dari sebelas sektor menutup di zona merah. Sektor consumer non-cyclical mencatat penurunan terdalam sebesar 1,61%, sedangkan sektor keuangan menjadi satu-satunya yang mencatat penguatan paling tinggi sebesar 0,92%.

Sentimen global juga belum mendukung. Bursa saham di Amerika Serikat menutup melemah: indeks Dow Jones turun tipis 0,05% ke 49.141, S&P 500 turun 0,49% ke 7.138, dan Nasdaq turun 0,90% ke 24.663. Para pelaku pasar menunggu hasil rapat bank sentral AS yang akan diumumkan dalam waktu dekat, yang menjadi agenda terakhir bagi pimpinan bank sentral sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei. Sejalan dengan itu, indeks ETF Indonesia (EIDO) turun 0,92% dan MSCI Indonesia melemah 0,55%.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp170,74 miliar pada kuartal I-2026, berbalik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang masih mencatat rugi Rp366,59 miliar. Pendapatan perseroan tumbuh 26,25% menjadi Rp5,34 triliun, diikuti kenaikan beban menjadi Rp4,92 triliun atau naik 11,28% secara tahunan. Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan, tercermin dari EBITDA yang disesuaikan yang melonjak 131% menjadi Rp907 miliar. Capaian ini memperlihatkan arah kinerja yang sejalan dengan target EBITDA tahunan di kisaran Rp3,20–3,40 triliun. Untuk pergerakan jangka pendek, saham GOTO masih berada dalam kisaran Rp51 hingga Rp57.

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) tengah menyiapkan rencana penambahan modal melalui penerbitan saham baru hingga 9,50 miliar saham atau sekitar 6,92% dari total modal ditempatkan. Aksi ini terdiri dari program kepemilikan saham bagi manajemen dan karyawan (MESOP) maksimal 4,50 miliar saham serta penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak maksimal 5,00 miliar saham. Jika digabung dengan sisa MESOP sebelumnya, total penerbitan saham tetap berada di bawah batas ketentuan yang berlaku. Harga pelaksanaan direncanakan minimal sebesar 90% dari rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa sebelum pengajuan pencatatan. Dana yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional serta pengembangan usaha. Bagi pemegang saham yang tidak mengambil bagian, terdapat potensi penurunan porsi kepemilikan hingga sekitar 6,48%. Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 04 Juni 2024.

  • MBMA – Buy 690-705 | TP 720-750 | SL 660
  • BSDE – Buy 815-825 | TP 840-860 | SL 770
  • RMKE – Buy 3260-3280 | TP 3330-3470 | SL 3090
  • PADA – Buy 208-212 | TP 218-224 | SL 195
  • SRTG – Buy 1820-1835 | TP 1870-1905 | SL 1720

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Secara keseluruhan, pasar saham Indonesia pada 28 April 2024 menunjukkan tren penurunan yang dipengaruhi oleh pergerakan saham individual, aliran dana asing, dan sentimen global. Sementara beberapa perusahaan seperti GOTO melaporkan kinerja positif, rencana penambahan modal BELI menandakan upaya ekspansi. Investor tetap harus memperhatikan dinamika sektor, pergerakan indeks global, dan keputusan kebijakan moneter sebelum mengambil keputusan investasi.

IHSGGOTOBELIaliran dana asingindeks globalbank sentral ASsektor non-cyclical

Komentar

Memuat komentar...