IHSG Turun 0,92% di Tengah Penjualan Investor Asing

Dani L. · 3 min baca · 22 hari lalu · 55 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 0,92% di Tengah Penjualan Investor Asing

Gambar atau konten salah?

Perdagangan saham di Jakarta pada hari Senin, 11 Mei 2024, berakhir di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,92 % menutup pada 6 905,62. Penurunan ini dipicu oleh tekanan jual dari investor asing dan kekhawatiran pasar terhadap hasil evaluasi indeks MSCI.

Di tengah penurunan tersebut, beberapa saham tetap menguat. Saham MORA mencatat kenaikan 20,00 %, menjadi penopang utama pasar. BYAN naik 5,80 % dan ASII menguat 3,86 %. Sebaliknya, saham DSSA jatuh drastis 13,36 %, diikuti oleh BMRI yang melemah 8,21 % dan BREN turun 7,56 %.

Data perdagangan menunjukkan investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp659,16 miliar di pasar reguler dan Rp751,15 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, hampir semua sektor mengalami penurunan. Sektor transportasi memimpin dengan koreksi 2,88 %, sementara sektor infrastruktur menjadi satu-satunya sektor yang menguat, naik 1,52 %.

Para pelaku pasar juga memperhatikan potensi perubahan komposisi indeks MSCI. Saham BREN dan DSSA dianggap berpotensi keluar dari indeks karena tingginya konsentrasi kepemilikan saham, atau high shareholding concentration (HSC). Sentimen ini diperkuat oleh penurunan ETF EIDO sebesar 1,75 % dan MSCI Indonesia sebesar 2,11 %, yang masih dapat memicu tekanan di pasar domestik.

Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) mengumumkan aksi korporasi melalui anak usahanya, PT Raharja Energi Negeri (REN). Perusahaan mengakuisisi 5 % hak partisipasi Wilayah Kerja Kasuri Block di Papua Barat dari Genting Oil Kasuri Pte Ltd. Nilai transaksi mencapai US$9,64 juta atau sekitar Rp165 miliar. Manajemen menyatakan bahwa nilai transaksi tersebut setara 17,05 % dari total ekuitas perseroan per akhir 2025, sehingga belum masuk kategori transaksi material menurut aturan OJK dan tidak memerlukan persetujuan pemegang saham.

Kasuri Block mencakup lapangan Asap, Merah, dan Kido dengan cadangan gas sebesar 2,67 triliun kaki kubik (tcf). Blok tersebut direncanakan memproduksi gas hingga 230 juta kaki kubik per hari selama 18 tahun, dengan kontrak PSC berlaku sampai 2038.

Resource Alam Indonesia Tbk. (KKGI) memperluas lini usaha dengan menambah beberapa KBLI baru yang berkaitan dengan pergudangan, akomodasi, kawasan wisata, dan jasa informasi pariwisata. Langkah diversifikasi ini diproyeksikan menambah pendapatan dan mendukung peningkatan laba perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Bank Jatim (BJTM) menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp56,62 per saham atau total Rp850,17 miliar, setara 55,01 % dari laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sepanjang 2025, BJTM mencatat pendapatan bunga dan syariah sebesar Rp10,29 triliun, tumbuh 22,79 % dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan juga meningkat menjadi Rp1,62 triliun. Dengan harga penutupan saham di level Rp595 per saham pada perdagangan terakhir, dividend yield BJTM tercatat sekitar 9,52 %. Cum dividen dijadwalkan pada 18 Mei 2024 dan pembayaran dividen akan dilakukan pada 5 Juni 2024.

Rekomendasi saham hari ini meliputi:

  • ASII – Buy 5900-6050 | TP 6125-6200 | SL 570
  • KEEN – Buy 905-920 | TP 940-960 | SL 855
  • STAA – Buy 1215-1225 | TP 1255-1290 | SL 1160
  • PADI – Buy 124-127 | TP 130-133 | SL 118
  • ARCI – Buy 1395-1410 | TP 1440-1475 | SL 1330

Disclaimer: Semua analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan tidak merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai profil risiko dan tujuan keuangan pribadi.

Pergerakan pasar pada 11 Mei menunjukkan ketidakpastian yang masih tinggi, meskipun beberapa saham tetap menguat. Investor asing mengeksekusi penjualan bersih, sementara potensi perubahan indeks MSCI menambah ketegangan. Di sisi korporasi, akuisisi dan diversifikasi usaha menjadi strategi utama perusahaan untuk memperkuat posisi keuangan dan menambah pendapatan. Dividen BJTM menunjukkan kinerja keuangan yang solid, sementara rekomendasi saham menyoroti potensi pertumbuhan di beberapa sektor. Semua faktor ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks namun tetap menawarkan peluang bagi investor yang teliti dan disiplin.

IHSGInvestor asingMSCI IndonesiaSaham MORAKasuri BlockBJTM DividenSektor transportasi

Komentar

Memuat komentar...