IHSG Turun 2% Setelah Prabowo Umumkan Tata Kelola Ekspor SDA
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari dua persen setelah Presiden Prabowo Subianto berbicara tentang tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam (SDA). Pada pukul 11.19 WIB, IHSG berada di 6.227,41, turun 2,25 % dari level 6.459,55 yang dicapai sebelum pidato.
Di pasar, 135 saham naik, 548 saham turun, dan 127 saham tidak berubah. Sektor industri dasar menurun paling signifikan, sebesar 5,75 %. Beberapa perusahaan di sektor ini mengalami penurunan tajam. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 14,74 % sampai harga Rp 2.660 per saham. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 7,31 % ke Rp 7,31. PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) turun 7,26 % sampai Rp 2.950.
Prabowo mengumumkan pada sidang paripurna DPR RI bahwa pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang tata kelola ekspor SDA. Menurutnya, langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat pengelolaan ekspor komoditas strategis. Semua penjualan ekspor SDA akan dikelola melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Hari ini pemerintah RI yang saya pimpin menerbitkan PP tentang tata kelola ekspor sumber daya alam. Penertiban ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam kita,” ujar Prabowo di DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20 Mei 2026).
PP ini menegaskan bahwa ekspor komoditas strategis, seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy, harus dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pengelolaan ekspor yang lebih terstruktur.
Perubahan kebijakan ini memicu reaksi pasar. Investor menilai bahwa regulasi baru dapat menambah ketidakpastian bagi perusahaan ekspor, sehingga menekan harga saham. Namun, pemerintah berpendapat bahwa langkah ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional.
Secara keseluruhan, IHSG mencatat penurunan 27,64 % sepanjang tahun 2026, menandakan tekanan pasar yang cukup kuat. Perubahan kebijakan ekspor SDA menjadi faktor penting dalam dinamika pasar saham Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
