IHSG turun 3% akibat jual besar investor asing saat
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari tiga persen pada hari Jumat, 24 April 2026, akibat aksi jual oleh investor asing di saham-saham besar.
Menurut data Stockbit, net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp 1,96 triliun pada sesi I perdagangan.
Bank Central Asia (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Net foreign sellnya mencapai Rp 1,29 triliun. Harga saham BBCA menurun 5,06 % menjadi Rp 6 100 per lembar.
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga mengalami penjualan bersih asing sebesar Rp 289,80 miliar. Nilai saham BBRI turun 2,22 % ke Rp 3 090 per lembar.
Bank Mandiri (Persero) Tbk (BRMI) mencatat net foreign sell Rp 194,38 miliar hingga sesi I. Saham bank plat merah ini melemah 2,59 % menjadi Rp 4 510 per lembar.
Investor asing juga menjual saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp 71,96 miliar. Harga saham TLKM turun 2,43 % ke Rp 2 820 per lembar.
Di sektor konglomerat, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) milik Prajogo Pangestu mengalami net foreign sell Rp 29,07 miliar. Harga saham PTRO turun 8,50 % menjadi Rp 5 650 per lembar.
Grup Bakrie juga tidak luput. PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) mencatat net foreign sell Rp 10,89 miliar pada sesi I. Sementara PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengalami jual bersih asing sebesar Rp 8,30 miliar.
Secara keseluruhan, penurunan IHSG lebih dari tiga persen dipicu oleh penjualan besar oleh investor asing di saham-saham utama, menandai hari perdagangan yang cukup berat bagi pasar modal Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
