IHSG Turun 4% ke 6.599, Rupiah Jatuh Rp17.600/US$ 17 Mei

Lia N. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 4% ke 6.599, Rupiah Jatuh Rp17.600/US$ 17 Mei

Gambar atau konten salah?

Pasar keuangan Indonesia mengalami hari yang sangat buruk pada tanggal 17 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun hingga 4 % dan menembus level 6.400‑an, meskipun pada akhir hari masih berakhir di 6.599. Sementara itu, mata uang Rupiah melemah sampai ke level terendah, sekitar Rp 17.600‑an per US$ 1.

Menanggapi penurunan pasar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ia tidak khawatir dengan jatuhnya IHSG. Ia menegaskan bahwa semua hal dapat diperbaiki. “Nggak apa‑apa, nanti kita perbaiki. Kan fondasi ekonominya kan bagus, itu masalah sentimen jangka pendek aja. Jadi, saya akan fokus jaga pondasi ekonomi dengan memastikan pembangunan ekonomi tidak terganggu,” ujarnya di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin, 18 Mei 2026.

Ketika ditanya tentang sentimen yang memengaruhi pasar, Purbaya menyebutkan bahwa ada anggapan Indonesia bisa kembali ke krisis ekonomi 1998 karena melihat pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Ia menekankan bahwa situasi saat itu berbeda. “Oh ini kan banyak sentimen. Kalau Rupiah melemah seolah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda 1998 itu kebijakannya salah,” jelasnya.

Purbaya menambahkan bahwa pada masa krisis 1998, kebijakan yang salah membuat ekonomi menjadi anjlok. Ia menegaskan bahwa saat ini ekonomi Indonesia masih tumbuh dengan cukup cepat. “Kita kan sekarang belum resesi. Ekonomi masih tumbuh kencang, jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua,” kata Purbaya.

Ia juga mengajak para investor untuk tidak takut menanamkan modal di bursa efek. Menurutnya, di tengah pelemahan harga ini menjadi waktu yang tepat untuk belanja saham dengan modal murah. “Jadi, teman‑teman nggak usah khawatir, investor pasar saham kalau saya bilang jangan takut serok ke bawah sekarang. Jadi, jangan lupa beli saham,” tambahnya.

Di sisi lain, Purbaya mengungkapkan intervensi pasar obligasi yang sudah dilakukan. Ia menyebutkan bahwa pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp 2 triliun per hari di pasar obligasi. “Kita sudah masuk ke bond market bertahap ya. Asing juga sudah masuk juga, jadi harusnya sih ke depan, minggu‑minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari di bond market. Saya minta masuk 2 triliun setiap hari,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, usai dipanggil Presiden Prabowo, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

Menurut Purbaya, dana yang digelontorkan berasal dari pengelolaan kas pemerintah, termasuk Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang nilainya mencapai Rp 420 triliun. “Kan kita masih punya beberapa tempat kan. Itu kan hanya cash management saja, jadi nggak masalah, kan uangnya nggak hilang. Cuma diputar saja supaya ada sedikit sentimen positif di pasar obligasi,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa sentimen positif di pasar obligasi biasanya menarik investor asing. “Biasanya kalau sentimen positif di situ, biasanya asing juga ikut masuk dan Rupiah cenderung terkendali karena uangnya nggak keluar lagi. Yang asing nggak jual bond dan kabur keluar karena bond‑nya stabil harganya. Artinya kalau stabil kan kalau yield‑nya turun, kita targetkan bisa turun. Kalau yield‑nya turun kan berarti harga bond‑nya naik. Nanti ada potensi capital gain. Jadi harusnya pasar bond kita menarik,” sambung Purbaya.

Dengan intervensi ini, Purbaya berharap Rupiah akan kembali menguat dalam jangka pendek. Ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasar obligasi sebagai bagian dari strategi ekonomi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, meskipun pasar saham dan mata uang mengalami tekanan, kebijakan intervensi dan keyakinan pada fondasi ekonomi yang kuat menjadi penopang utama. Investor diharapkan dapat melihat peluang di pasar saham dan obligasi, sementara pemerintah terus memantau dan menyesuaikan kebijakan guna menstabilkan ekonomi nasional.

IHSGRupiahMenteri KeuanganIntervensi obligasiKrisis 1998Pasar sahamBond marketStabilitas ekonomi

Komentar

Memuat komentar...