IHSG Turun Tajam, Investor Asing Catat Outflow Rp 3,80 Triliun
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Pada perdagangan yang berlangsung pada tanggal 07 Februari 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun sebesar -1,93% atau -132,96 poin, sehingga mencapai level 6.742. Hari ini, 10 Februari 2025, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dalam rentang 6.680-6.800.
Menurut Ratih Mustikoningsih, seorang ahli keuangan dari Ajaib Sekuritas, dalam analisisnya, beberapa faktor memengaruhi pergerakan IHSG. Selama sepekan, IHSG mengalami penurunan sebesar -5,16%. Penurunan ini menjadi yang terburuk jika dibandingkan dengan bursa di Asia Tenggara. Investor asing mencatatkan outflow di pasar ekuitas sebesar Rp 3,80 triliun. Sentimen negatif muncul setelah laporan keuangan dari bank-bank besar menunjukkan penurunan kinerja profitabilitas akibat tingginya suku bunga dan terbatasnya daya beli.
Selain itu, IHSG mengalami koreksi di akhir pekan setelah MSCI mengumumkan bahwa saham-saham yang terafiliasi dengan Barito Group tidak akan masuk dalam rebalancing indeks bulan Februari 2025. Saham-saham yang termasuk dalam daftar pengecualian tersebut adalah PTRO, BREN, dan CUAN. Pengumuman resmi mengenai rebalancing indeks dijadwalkan berlangsung pada 11 Februari 2025.
Dari sisi internasional, bursa Wall Street juga mengalami penurunan di akhir pekan. Aksi ambil untung terjadi setelah laporan data ketenagakerjaan menunjukkan hasil yang lebih rendah dari harapan. Pada bulan Januari 2025, non-farm payroll turun menjadi 143 ribu, dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 307 ribu. Sementara itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,1%. Di sisi lain, Presiden Trump mengusulkan kenaikan tarif impor baja dan aluminium sebesar 25%, yang akan diumumkan pada awal pekan ini.
Di Asia, China melaporkan inflasi tahunan meningkat sebesar 0,5% pada Januari 2025 dan inflasi bulanan sebesar 0,7%. Kenaikan ini didorong oleh berbagai stimulus moneter dan fiskal yang bertujuan untuk mendukung daya beli masyarakat.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
- INDF
Buy: 7.650
TP: 7.900
Stop loss: 7.350
INDF berpotensi melakukan pembalikan di area support dengan pola inverse hammer. - MIKA
Buy: 2.430
TP: 2.520
Stop loss: 2.300
MIKA berada dalam fase sideways dengan posisi harga di area support. - EMTK
Buy: 590
TP: 610
Stop loss: 575
EMTK menunjukkan tren bullish di atas MA 5,20,100.
Perusahaan yang menjadi anak usaha Emtek Group, yaitu Super Bank, rencananya akan melakukan IPO pada tahun 2025 dengan target perolehan dana mencapai USD 300 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun.
Rangkaian pergerakan IHSG dan rekomendasi saham ini menunjukkan kondisi pasar yang bergejolak. Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan yang ada, baik dari dalam negeri maupun faktor global yang dapat mempengaruhi pasar saham.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
PPh Final 0,5% Permanen, PT Non‑Perorangan Dikeluarkan
Dolar AS Beruat Rp 18.000, Rupiah Terdampak Kuat Pada Hari
Pedagang Valas Kaki Lima di Jalan Kwitang Terima Dolar Rusak
BGN Digeledah, Pimpinan Baru Fokus Perbaikan Tata Kelola
AS Pasang Tarif 10‑12,5% ke Barang Indonesia dan 59 Negara
Berita Terbaru
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
Beasiswa Garuda Gelombang II Terbuka Hingga 25 Juni 2026
Moody's Atur Peringkat Baa2 Negatif untuk Danantara Investasi
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Turun di Bawah Rp18.000
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
