IHSG Tutup 1 April 2024, Naik 1,93% ke 7.184,44 di zona hijau

Maya K. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
IHSG Tutup 1 April 2024, Naik 1,93% ke 7.184,44 di zona hijau

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari ini, 1 April 2024, di zona hijau dengan kenaikan 1,93 % mencapai 7.184,44. Kenaikan ini didorong oleh saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang melonjak 21,60 %, diikuti oleh PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 2,94 % dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menguat 4,76 %.

Di sisi lain, beberapa saham menjadi penahan laju indeks. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) turun 3,58 %, PT Bank Mega Tbk (MEGA) melemah 6,59 %, dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terkoreksi 5,76 %. Investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp 162,85 miliar di pasar reguler dan Rp 165,50 miliar di seluruh pasar.

Secara sektoral, mayoritas indeks menguat. Sepuluh dari sebelas sektor berada di zona hijau. Sektor industri memimpin dengan kenaikan 6,11 %, sementara sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang terkoreksi tipis 0,20 %.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat menutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,48 % ke 46.565, S&P 500 menguat 0,72 % ke 6.575, dan Nasdaq naik 1,16 % ke 21.840. Sentimen positif dipicu oleh perkembangan geopolitik, seiring upaya Presiden AS Donald Trump dalam meredakan konflik Iran dalam waktu dekat. Dampaknya, indeks MSCI Indonesia ikut naik 1,44 %, meski pergerakan ETF Indonesia (EIDO) cenderung terbatas dengan penurunan tipis 0,06 %.

Berita Emiten

PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2026 dengan target pendapatan Rp 5,10 triliun, naik dari realisasi 2025 sebesar Rp 4,27 triliun. Laba bersih juga diproyeksikan meningkat menjadi Rp 700 miliar dari Rp 623,57 miliar. Untuk periode awal tahun, perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal I‑2026 berada di kisaran Rp 1,1 triliun hingga Rp 1,2 triliun. Target ini didukung capaian 2025 yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan 10,13 % menjadi Rp 4,27 triliun, serta laba bersih yang naik 14,94 % menjadi Rp 623,58 miliar.

Manajemen menyebut peningkatan kinerja didorong oleh kuatnya permintaan domestik untuk material bangunan premium, efisiensi biaya produksi, serta strategi diversifikasi produk. Pergerakan saham IMPC juga menunjukkan penguatan setelah menembus level teknikal tertentu dengan peluang menuju area Rp 2.400 dalam jangka pendek.

PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) berencana membagikan dividen sebesar Rp 200,46 miliar, meskipun laba bersih tahun buku 2025 tercatat Rp 132,73 miliar, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya Rp 133,19 miliar. Dividen per saham diperkirakan naik signifikan menjadi Rp 156 dari sebelumnya Rp 50, dengan rasio pembagian dividen mencapai 151,03 %. Kebijakan ini berdampak pada penurunan saldo laba ditahan sekitar Rp 70 miliar dari posisi sebelumnya Rp 677,67 miliar. Adapun jadwal cum dividen di pasar reguler ditetapkan pada 8 April 2024, sementara pembayaran kepada pemegang saham dijadwalkan pada 24 April 2024.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • BIPI – Buy 208‑212 | TP 220‑230 | SL 196
  • MDKA – Buy 3290‑3330 | TP 3390‑3450 | SL 3130
  • IMPC – Buy 2230‑2260 | TP 2330‑2400 | SL 2100
  • GOTO – Buy 51‑53 | TP 55‑56 | SL 50
  • HRTA – Buy 2510‑2530 | TP 2600‑2650 | SL 2380

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

Ringkasan kontekstual: Pasar saham Indonesia menutup kuat pada 1 April 2024, didorong oleh saham-saham utama seperti IMPC, TLKM, dan BREN. Sektor industri menguat signifikan, sementara sektor kesehatan sedikit turun. Di pasar global, indeks AS naik, mencerminkan sentimen positif akibat dinamika geopolitik. PT Impack Pratama Industri Tbk menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang lebih tinggi pada 2026, berkat permintaan domestik yang kuat. PT Dana Brata Luhur Tbk mengumumkan dividen tinggi, menandakan stabilitas laba bersih. Investor dapat mempertimbangkan rekomendasi saham yang disajikan, namun tetap harus menilai risiko pribadi sebelum mengambil keputusan.

IHSGPT Impack Pratamasektor industrigeopolitikPT Dana Brata Luhurdivideninvestor asingindeks Dow Jones

Komentar

Memuat komentar...