IHSG Tutup 7.091,67, Pasar Campur, Energi Menguat Maret 2023

Agus P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
IHSG Tutup 7.091,67, Pasar Campur, Energi Menguat Maret 2023

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pada 7.091,67, turun 0,08 % pada 30 Maret 2023. Pergerakan pasar bersifat campuran. Saham DSSA menguat 6,62 %, DCII naik 4,73 % dan ASII bertambah 3,67 %. Sementara itu, saham perbankan dan energi menekan pasar: BBCA turun 3,73 %, BBRI melemah 1,75 % dan BYAN terkoreksi 3,25 %.

Investor asing masih aktif menjual. Nilai jual bersih mencapai Rp678,17 miliar di pasar reguler dan Rp686,13 miliar di seluruh pasar.

Dari sisi sektor, empat dari sebelas sektor berakhir di zona negatif. Sektor keuangan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,17 %, sedangkan sektor energi menjadi yang paling menguat dengan kenaikan 2,18 %.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat menunjukkan variasi. Dow Jones naik tipis 0,11 % ke level 45.216, sementara S&P 500 turun 0,39 % ke 6.343 dan Nasdaq melemah 0,73 % ke posisi 20.794. Harga komoditas seperti batu bara dan CPO menguat, memberi sentimen positif bagi negara produsen, termasuk Indonesia. Hal ini tercermin dari penguatan ETF EIDO sebesar 0,45 %. Namun, lonjakan harga minyak mentah WTI di atas USD 100 per barel menimbulkan kekhawatiran inflasi dan perlambatan ekonomi. Indeks MSCI Indonesia juga melemah 0,78 %.

Berita emitens

Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (BJTM) mencatat pertumbuhan kinerja pada tahun 2025. Laba bersih mencapai Rp1,62 triliun, naik 24,80 % dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,29 triliun. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan bunga dan bagi hasil syariah sebesar 22,78 %, menjadi Rp10,29 triliun. Beban bunga dan bagi hasil juga naik 15,75 % menjadi Rp3,07 triliun. Penyaluran kredit BJTM tercermin dari Loan to Deposit Ratio (LDR) yang naik menjadi 85,39 pada 2025, dibandingkan 82,05 pada 2024 dan 70,03 pada 2023. Meski begitu, rasio kredit bermasalah (NPL) turut meningkat menjadi 3,88 % dari sebelumnya 3,45 %. Manajemen menyampaikan akan menjaga kualitas kredit dengan menargetkan penurunan NPL gross ke kisaran 3,20 % hingga 3,40 % pada tahun berjalan.

Saran central Bajatama (BAJA)

BAJA bersiap melakukan penambahan modal melalui rights issue dengan menerbitkan 1 miliar saham baru. Dana hasil aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan kewajiban kepada pihak terafiliasi, Sarana Steel, dengan total nilai sekitar Rp445,33 miliar, yang terdiri dari pokok utang Rp317,56 miliar dan bunga Rp127,76 miliar. Dalam rencana tersebut, Sarana Steel bersama pemegang saham pengendali Ibnu Susanto akan berperan sebagai pembeli siaga dengan porsi maksimal masing-masing 70 % dan 30 %. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki struktur keuangan sekaligus menyelesaikan kewajiban perseroan.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • BUMI – Buy 218‑224 | TP 230‑240 | SL 208
  • SIMP – Buy 635‑645 | TP 655‑670 | SL 600
  • MSIN – Buy 565‑575 | TP 600‑615 | SL 540
  • ASII – Buy 6200‑6300 | TP 6425‑6550 | SL 5825
  • TAPG – Buy 1820‑1830 | TP 1870‑1900 | SL 1725

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.

(ang/ang)

IHSGsaham perbankansektor energiharga minyak WTIBJTMNPLrights issue

Komentar

Memuat komentar...